Bangkalan, jatim.diksiber.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan menggelar rapat koordinasi lanjutan sekaligus meninjau lokasi acara puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren Al-Anwar, Pateraman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur Kamis (29/10/26).
Rapat ini berfokus pada pematangan teknis lapangan dan persiapan logistik karena untuk pertama kalinya puncak peringatan HSN ditempatkan di luar wilayah perkotaan Bangkalan.
Rais Syuriah PCNU Bangkalan, KH Toyyib Fawwas, menekankan pentingnya sinergi yang intensif demi menyukseskan pergelaran akbar di area pesisir ini. Sebab, rencananya akan dihadiri kurang lebih 10 ribu jemaah.
“Kita buktikan bahwa Bangkalan merupakan ruh sejarah dan kota berdirinya NU melalui restu Syaichona Kholil,” ujar KH Fawwas.
Ia juga menyatakan harapan besar seluruh pengurus dan warga NU Bangkalan agar Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dapat hadir langsung dalam acara ini. Kehadiran pimpinan tertinggi pusat dinilai sangat sakral sebagai tradisi organisasi untuk menyambung sanad struktural serta memberikan motivasi spiritual bagi kader-kader di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Ketua Panitia HSN Bangkalan 2026, KH Dr Muchlis Muchsin, MH menuturkan bahwa acara puncak direncanakan berlangsung pada malam hari tanggal 7 November 2026. Saat ini panitia terus bergerak cepat merampungkan tata panggung dan pengondisian lokasi, sembari menunggu kepastian waktu kehadiran dari pihak PBNU pusat.
“Daya tarik utama dari acara puncak ini adalah tersedianya deretan doorprize mewah yang disiapkan oleh panitia,” katanya.
Hadiah yang disediakan untuk jemaah sangat melimpah, mulai dari paket ibadah umroh gratis ke tanah suci, 4 unit sepeda listrik, kulkas, hingga berbagai hadiah hiburan menarik lainnya.
Selain banjir hadiah, susunan acara akan dikemas meriah dengan menampilkan atraksi pra-acara seperti pencak silat Pagar Nusa, kreasi Fatayat, serta pembacaan kitab Nadhom Alfiyah oleh para santri.
Untuk acara inti, kegiatan akan berfokus pada pembacaan Ratib Syaichona Kholil demi keselamatan bangsa dan negara, yang kemudian ditutup dengan pengajian umum.