Bangkalan, jatim.diksiber.id – Hari pertama pembukaan Pekan Raya Bangkalan 2026 di Alun-Alun Kota langsung dihujani keluhan dari pengunjung dan pedagang. Pasokan aliran listrik di lokasi dilaporkan berulang kali padam total pada Sabtu malam (24/10/26).
Insiden ini mengacaukan operasional wahana permainan, mengganggu aktivitas jual beli ratusan stan UMKM, hingga menghentikan penampilan panggung penyanyi asal Kamal jebolan DA8, Kadhafy, di tengah lagu.
Kondisi tersebut memicu kritik tajam mengenai kesiapan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bangkalan selaku penyelenggara. Apalagi, festival ekonomi ini direncanakan berlangsung cukup lama, mulai 24 Oktober hingga 7 November 2026.
Ainur Rofiq, salah satu pengunjung, mengaku sangat kecewa dan memilih pulang lebih awal karena batal mengajak anaknya menikmati wahana permainan akibat khawatir akan faktor keselamatan.
“Saya khawatir listrik mati mendadak saat wahana berputar naik ke atas. Acara sebesar ini kok persoalan listrik saja tidak siap,” keluh Rofiq.
Dampak buruk mati lampu massal ini juga dirasakan langsung oleh para pemilik stan pelaku usaha yang area penjualannya seketika menjadi gelap gulita.
“Stan kami gelap sehingga produk sulit dilihat pembeli. Kami sudah bayar sewa lapak untuk mencari penghasilan, kalau listrik terus padam tentu kami sangat dirugikan,” ungkap salah satu pedagang.
Merespons protes tersebut, Ketua Kadin Bangkalan, H. Supai M. Noor, langsung melayangkan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Pertama-tama saya minta maaf, ini di luar prediksi panitia. Kami sudah siapkan daya 450 watt per stan, diduga pemadaman terjadi karena banyak stan yang memakai alat melebihi kapasitas,” ucap Supai, Minggu (25/10/26).
Supai menegaskan pihak panitia telah bergerak cepat menggandeng PLN untuk melakukan penormalan arus. Ia menjamin koordinasi ketat akan terus dilakukan agar gangguan serupa tidak terulang di sisa dua pekan pelaksanaan event.