Blitar – Menyambut tahun 2026 dengan prestasi gemilang, dunia pendidikan Kota Blitar kembali mengukir namanya di peta kualitas Provinsi Jawa Timur. Dua sekolah unggulan berhasil melewati berbagai kriteria ketat dan mencatatkan diri sebagai panutan dalam penerapan Sekolah Ramah Anak (SRC). Prestasi ini bukan hanya tentang piala dan piagam, melainkan sebuah pengakuan nyata atas lingkungan belajar yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan tumbuh kembang optimal siswa.

Berdasarkan hasil penilaian Tahun 2025 yang baru diumumkan, dua sekolah menengah pertama di Kota Blitar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. SMPN 8 Blitar dan SMPN 7 Blitar resmi mempertahankan reputasi sebagai Sekolah Role Model dan Favorit dalam program Sekolah Ramah Anak (SRC) Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dalam pengumuman resmi, SMPN 8 Blitar kembali meraih posisi puncak sebagai Sekolah Role Model SRC peringkat pertama. Sementara itu, SMPN 7 Blitar konsisten mengukir prestasi dengan kembali meraih gelar Sekolah Favorit SRC peringkat kedua.

Penghargaan bergengsi ini semakin meneguhkan komitmen nyata kedua sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjamin kenyamanan, keamanan, dan mendukung perkembangan holistik setiap peserta didik. Prinsip-prinsip SRC yang mengedepankan hak dan kebutuhan anak menjadi fondasi utama dari pencapaian berkelanjutan ini.

Konsistensi dalam meraih prestasi ini membuktikan bahwa komitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak telah mengakar kuat sebagai budaya di kedua sekolah. Pencapaian ini diharapkan dapat memicu gelombang inovasi dan peningkatan mutu layanan pendidikan di lebih banyak satuan pendidikan lainnya.

Kedudukan sebagai Role Model dan Sekolah Favorit SRC kembali menempatkan SMPN 8 dan SMPN 7 Blitar sebagai rujukan praktik terbaik di Jawa Timur. Prestasi ini memperkuat reputasi Kota Blitar sebagai salah satu kawasan yang serius dan berhasil dalam mengimplementasikan pendidikan berkarakter yang berorientasi pada kesejahteraan siswa, sekaligus menyongsong masa depan pendidikan Indonesia yang lebih manusiawi dan berkualitas.