Bangkalan, jatim.diksiber.id – Warga Kampung Sabiyan digemparkan oleh penemuan sesosok bayi perempuan berumur sekitar tiga hari di dekat area pemakaman umum pada, Kamis (29/10/26) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi kedinginan oleh sekelompok pemuda yang baru saja pulang bermain game bersama (Mabar).

Kepala Desa (Kades) Sabiyan, Hudaifah, mengatakan bahwa warganya sempat ketakutan karena mengira suara tangisan bayi di dekat kuburan tersebut adalah suara makhluk halus.

“Anak-anak muda yang mendengar tangisan langsung melapor ke saya, lalu saya datang ke lokasi dan menghubungi Babinkamtibmas. Saat ditemukan, bayi itu memakai baju pink dan kain gendongan tanpa alas kaki,” ujar Hudaifah.

Hudaifah menambahkan, dirinya memutuskan untuk merawat dan mengambil hak asuh bayi tersebut secara pribadi untuk menghindari perebutan adopsi di antara warga.

Ia juga mengaku tengah mengurus jalur perwalian resmi melalui pengacara agar status hukum sang bayi jelas jika sewaktu-waktu orang tua kandungnya datang mencari.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyatakan bahwa hingga saat ini pihak pemerintah desa belum melayangkan laporan resmi secara tertulis ke kepolisian mengenai penemuan bayi tersebut.

“Informasi sementara yang kami terima, Ibu Kepala Desa memang berniat mengadopsi dan merawat bayi itu sendiri sebagai anak,” ungkap Ipda Agung.

Kendati demikian, Ipda Agung mengingatkan bahwa proses adopsi atau pengangkatan anak temuan tidak bisa dilakukan secara sepihak dan harus mematuhi regulasi yang berlaku.

“Kondisi kesehatan bayi harus diperiksa secara medis di rumah sakit terlebih dahulu, dan penerbitan surat adopsi wajib melalui mekanisme legal pengadilan,” pungkasnya.