BLITAR – Usai resmi dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026–2030, Elim Tyu Samba langsung menyiapkan strategi untuk meningkatkan prestasi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
‎
‎Pelantikan pengurus KONI Kota Blitar berlangsung di Gedung Koesumo Wicitro, Selasa (27/10/2026).
‎Momentum ini menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat pembinaan atlet, memetakan cabang olahraga unggulan, dan meningkatkan peluang perolehan medali.
‎
‎Elim menegaskan, persiapan menuju Porprov Jatim 2027 membutuhkan langkah cepat dan program yang terukur. Karena itu, KONI Kota Blitar akan memprioritaskan cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi berdasarkan hasil evaluasi dan kemampuan atlet.
‎
‎KONI Kota Blitar Petakan Cabor Unggulan
‎Pemetaan cabang olahraga menjadi salah satu langkah awal yang akan dilakukan pengurus KONI Kota Blitar.
‎Langkah ini bertujuan menentukan prioritas pembinaan agar dukungan fasilitas, anggaran, dan program latihan dapat berjalan lebih efektif.
‎
‎KONI Kota Blitar juga menyiapkan Pusat Pelatihan Kota (Puslatkot) untuk mendukung kesiapan atlet melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
‎
‎Melalui strategi tersebut, Elim berharap atlet Kota Blitar mampu meningkatkan kualitas performa dan bersaing dengan atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur pada Porprov 2027.
‎
‎Kolaborasi Jadi Kunci Peningkatan Prestasi
‎Elim menilai peningkatan prestasi olahraga tidak bisa hanya mengandalkan KONI. Dukungan Pemerintah Kota Blitar, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, serta masyarakat diperlukan untuk membangun pembinaan olahraga yang berkesinambungan.
‎
‎Sinergi antarpemangku kepentingan juga penting untuk memastikan program berjalan sesuai target dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
‎
‎Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, KONI Kota Blitar diharapkan mampu menyusun strategi yang lebih terarah serta meningkatkan capaian prestasi pada Porprov Jawa Timur 2027.
‎
‎Kini, tantangan bagi kepengurusan Elim Tyu Samba adalah menerjemahkan target tersebut menjadi program nyata, mulai dari pemetaan atlet, persiapan kompetisi, hingga evaluasi pembinaan secara berkala