Bangkalan – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Bangkalan mengintensifkan upaya pencegahan perkawinan pada anak melalui sosialisasi yang digelar di Pendopo Pratanu, Rabu (22/07/26).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Ketua Forum Anak Nasional, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. Mayoritas peserta yang hadir merupakan anggota Forum Anak dan perwakilan sejumlah sekolah.

Kepala Dinas KBP3A Bangkalan, Sudiyo, yang akrab disapa Yoyok, mengatakan sosialisasi sengaja difokuskan kepada anak-anak sebagai kelompok yang menjadi sasaran utama edukasi.

“Ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42. Peserta yang hadir sekitar 90 orang dan memang kami tidak melibatkan OPD karena fokus kegiatan ini adalah anak,” ujar Yoyok.

Selain sosialisasi, Dinas KBP3A juga menggelar berbagai perlombaan sebagai bentuk edukasi yang dikemas secara menarik guna menumbuhkan semangat dan motivasi bagi anak-anak.

Menurut Yoyok, tingginya angka perkawinan anak yang tercatat pada 2023 menjadi alasan pemerintah daerah terus memperkuat langkah pencegahan.

“Kami masih mengacu pada data tahun 2023. Saat itu Bangkalan berada di peringkat kelima tertinggi kasus perkawinan anak di Jawa Timur,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut tren kasus menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 187 kasus, turun menjadi sekitar 112 kasus pada 2024, kemudian kembali menurun menjadi 87 kasus pada 2025. Sementara hingga Juli 2026, jumlah kasus yang tercatat sebanyak 23.

Meski angka tersebut terus menurun, Yoyok menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dengan melibatkan pemerintah desa dan kecamatan agar kasus perkawinan pada anak dapat terus ditekan.