Blitar – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar menjatuhkan kecaman keras terhadap penyanyi dangdut Mala Agatha dan Icha Chellow. Keduanya dinilai menyebarkan konten lagu viral yang sarat muatan pornografi dan tidak mendidik.
MUI menilai perubahan lirik lagu “Gapapa” milik Anisa Bahar tersebut mencerminkan degradasi moral. Lirik baru yang dibawakan keduanya dinilai sangat cabul, merendahkan martabat perempuan, dan mengancam ketahanan moral generasi muda.
Humas MUI Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. MUI secara terang-terangan mendesak Kepolisian dan instansi terkait agar segera menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku.
“Kami memandang lirik lagu ini sangat tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak dan masyarakat umum. Ini bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai agama dan kesusilaan,” tegas Jamil, Jumat (11/7).
MUI menyayangkan lolosnya tayangan video lagu tersebut di ruang publik. Peredaran konten ini dinilai sangat berbahaya karena dapat diakses oleh anak di bawah umur tanpa filter. MUI pun berharap aparat penegak hukum mengambil langkah tegas untuk memberikan efek jera bagi pelaku.
MUI memastikan komitmennya untuk selalu konsen mengawal dan menyikapi segala bentuk konten yang menyimpang dari ajaran agama. Lembaga ini tidak akan memberi ruang bagi produk-produk hiburan yang merusak tatanan sosial.
Sebelumnya, Selasa (14/7), Mala Agatha, Icha Chellow, dan DJ Zhuu angkat bicara terkait polemik lagu tersebut. Mereka memberikan klarifikasi di tengah tekanan publik yang terus memanas di media sosial.
Klarifikasi itu muncul setelah keduanya dilaporkan ke polisi di dua kota berbeda dalam sepekan terakhir. Aliansi Madura Indonesia (AMI) melayangkan laporan pertama ke Polrestabes Surabaya pada Rabu (8/7). Belum selesai kasus di Surabaya, Icha dan Mala kembali berurusan dengan hukum. Organisasi masyarakat Yakuza Maneges mempolisikan mereka ke Polresta Malang Kota pada Senin (13/7). Laporan kedua ini juga menyeret tim kreatif yang terlibat dalam produksi video lagu kontroversial tersebut.