Blitar – Sebuah telepon masuk ke nomor darurat 110 Polres Blitar Kota pada Minggu (31/5/2026) dini hari. Pelapor mengaku mengalami ban bocor sepeda ontel di perjalanan dari Alun-alun menuju rumahnya di daerah Sanankulon.

Tim PAMAPTA yang dipimpin Ipda Khairil bersama piket fungsi langsung bergerak mendatangi lokasi di Jalan Anggrek Sukorejo. Sesampainya di tempat, polisi mendapati tiga sepeda ontel dan enam orang remaja. Namun, setelah ditanyai, pelapor mengaku hanya coba-coba.

“Dia tahu nomor 110 dari Instagram Polres. Ternyata dia kaget karena polisi datang cepat. Lokasinya memang dekat,” ujar Khairil.

Dari tiga sepeda itu, hanya satu yang benar-benar bocor. Meski bukan keadaan darurat, pihak kepolisian tetap mengantar para remaja pulang dengan mobil dinas karena kondisi malam dan jarak tempuh cukup jauh.

Polres Blitar Kota menegaskan layanan 110 gratis dan siaga 24 jam untuk kejadian sungguhan. “Jangan dibuat main-main. Kalau benar-benar ada kejadian dan membutuhkan kehadiran polisi silakan telepon. Ini bebas pulsa, asalkan HP aktif,” tegas Khairil.

Imbauan tegas ini menyasar para remaja agar tidak menyalahgunakan nomor darurat. Kepolisian berharap masyarakat hanya menghubungi 110 ketika mengalami atau menyaksikan kejadian yang membutuhkan tindakan cepat aparat.