Bangkalan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangkalan digeruduk belasan massa Aliansi Pemuda Peduli Bangkalan (APPB). BPS diduga kongkalikong dengan Kepala Desa dan tidak transparan (kurang terbuka) dalam perekrutan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Mereka menuntut agar Kepala BPS Bangkalan melakukan rekrutmen petugas sensus ekonomi 2026 dilakukan secara terbuka dan mengedepankan prinsip keterbukaan publim.
Hal tersebut terlihat ketika sebanyak 12 orang sudah dinyatakan lolos tes wawancara dan telah memenuhi persyaratan tes lainnya. Namun hingga kini belum juga ada panggilan penawaran kerja dari pihak BPS.
“Patut diduga rekrutmen petugas sensus ekonomi 2026 lewat online, hanya sebatas menyerap anggaran APBN yang berasal dari uang rakyat saja,” kata Sukron, Selasa (02/06/26).
“Percuma ada tes ini dan tes itu, jika yang diterima hanya titipan dari orang – orang sakti,” teriak orator lainnya.
Sementara itu, Kepala BPS Bangkalan, Fajar Fatahillah tidak menampik bahwa rekrutmen petugas sensus ekonomi di Bangkalan memang banyak titipan.
Baik dari LSM, HMI, PMII dan yang lainya. Tapi pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan tidak bisa membantu titipan tersebut. Karena perekrutanya sudah ada mekanisme yang mengatur yakni dari pusat. Diantaranya mulai dari pendaftaran lewat online, tes wawancara dan tes lainya,
“Jadi kalau ada yang lolos berasal dari lembaga yang menitipkan. Bukan hasil cawe- cawe dari saya tetapi itu memang lolos murni. Sebab yang menentukan lolos tidaknya, adalah pusat, bukan saya, ” pungkas Fajar.
