Bangkalan – Dari sebuah aplikasi di telepon genggam hingga mesin EDC yang tak pernah sepi transaksi, perjalanan Safitri Ramadhani membangun usaha Agen BRILink di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bukanlah kisah instan. Tahun ini, ia dinobatkan sebagai Agen BRILink Terbaik 2025.

Safitri mulai merintis usahanya pada 2019 dengan modal sederhana yaitu ponsel dan jaringan internet. Layanan yang diberikan pun terbatas. Namun titik balik datang setahun kemudian, ketika ia dipercaya menggunakan mesin EDC dari Bank Rakyat Indonesia.

“Alhamdulillah setelah diseleksi, saya dipercaya menggunakan mesin EDC. Sejak itu transaksi meningkat karena sudah bisa melayani tarik tunai,” ujar Safitri, Senin (16/2/26).

Keputusannya menjadi Agen BRILink bukan tanpa pertimbangan. Lingkungannya didominasi nasabah BRI yang membutuhkan akses layanan perbankan lebih dekat dan cepat. Peluang itu ia tangkap.

Hasilnya bertahap tapi pasti. Statusnya meningkat dari agen pemula, naik menjadi jawara, hingga menyandang predikat juragan. Catatan prestasinya pun kian panjang.

“Tahun 2023 saya juara satu Fast Racing BRILink. Tahun 2024 mendapat undangan sebagai 100 Agen BRILink di Jakarta. Tahun 2025 ini jadi Agen BRILink terbaik,” katanya.

Di balik capaian itu, Safitri mengaku tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Mulai dari ketelitian dalam input transaksi hingga edukasi nasabah agar terhindar dari penipuan digital.

“Kuncinya konsentrasi, fokus, disiplin, terus belajar, dan ramah membantu nasabah. Jangan sampai salah input. Kita juga harus bisa menyadarkan mereka soal modus penipuan,” katanya.

Apresiasi datang dari Penjabat Pemimpin Cabang BRI Bangkalan, Dwi Floresvita RA. Ia menilai keberhasilan Safitri mencerminkan konsistensi dan komitmen dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat.

“Prestasi ini membuktikan bahwa Agen BRILink yang dikelola dengan fokus dan integritas mampu berkembang serta memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan Agen BRILink menjadi ujung tombak perluasan akses layanan perbankan, terutama di wilayah pedesaan. Agen tak sekadar perpanjangan tangan bank, tetapi juga mitra literasi keuangan masyarakat.

“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi agen BRILink lainnya di Bangkalan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan nasabah,” kata Vita, sapaan akrabnya.

Di tengah geliat transaksi keuangan digital yang kian masif, kisah Safitri menunjukkan satu hal: peluang bisa tumbuh dari desa, asalkan dikelola dengan disiplin dan ketekunan.