Blitar – Warga Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu, Blitar digegerkan dengan penemuan mayat perempuan mengapung di kolam ikan milik warga, Jumat (7/8/2026). Peristiwa bermula saat Basori mencari pakan ternak di area persawahan dan melintas di kolam milik Huda. Mata Basori langsung tertumbuk pada benda mengapung yang mencurigakan di permukaan air. Ia menduga benda itu sosok manusia.
Tanpa menunda, Basori memanggil Asrul Zuni untuk memastikan temuannya. Keduanya kembali ke lokasi dan memastikan bahwa benda tersebut benar-benar mayat manusia. Asrul Zuni segera melapor ke Kepala Desa Tunjung, dan informasi diteruskan ke Polsek Udanawu.
Petugas Polsek Udanawu bersama Piket Pamapta Polres Blitar Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Srengat. Proses evakuasi berlangsung cepat dan terkendali.
Saat evakuasi, Siswanto (49 tahun), Ketua RT setempat, datang dan mendekati jenazah. Ia mengaku berasal dari Dusun Balong RT.02 RW.03, Desa Ringin Rejo, Kecamatan Ringin Rejo, Kabupaten Kediri. Siswanto menerima laporan dari keluarga bahwa salah satu warganya, Malikah, pergi meninggalkan rumah sejak malam sebelumnya. Ia berinisiatif memastikan apakah mayat tersebut Malikah.
Siswanto membenarkan dan mengenali korban. Pihak keluarga juga sempat melaporkan kehilangan Malikah ke Polsek Ringinrejo Kediri. Meskipun keluarga sudah mengenali korban, petugas tetap membawa jenazah ke RSUD Srengat untuk visum guna memastikan penyebab kematian.
Korban teridentifikasi sebagai Malikah, perempuan berusia 40 tahun, lahir di Kediri, 11 Oktober 1986. Ia beragama Islam dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Alamatnya di Jalan Marabunta RT.02 RW.03, Desa Ringin Rejo, Kecamatan Ringin Rejo, Kabupaten Kediri.
Polisi menemukan korban dalam kondisi mengapung di kolam ikan koi. Tubuhnya telanjang hanya berbalut kain selimut. Di dekat mayat, petugas menemukan sandal jepit yang ikut mengapung.
Hasil visum dari RSUD Srengat menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Penyidik menggali informasi dari pihak keluarga. Mereka mengungkap bahwa Malikah mengalami depresi sejak pulang bekerja dari Malaysia. Setiap bulan, korban rutin mendapat obat dari Puskesmas Ringinrejo. Namun, beberapa hari terakhir, Malikah berhenti mengonsumsi obat sama sekali.
Siswanto menambahkan bahwa korban meninggalkan rumah sekitar pukul 24.00 dini hari. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki lebih lanjut motif dan kronologi kematian Malikah.