Probolinggo – Satpol PP Kabupaten Probolinggo menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) secara senyap di kawasan Embung Miring (EMI), Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Jumat (11/9/2026). Razia tanpa pemberitahuan itu membuahkan hasil 11 pekerja seks komersial (PSK) diamankan.
Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo Taupik Alami mengungkap alasan di balik strategi senyap tersebut. Menurutnya, operasi sebelumnya kerap bocor sehingga target sudah bersiap lebih dulu.
“Karena beberapa kali operasi yang kami lakukan itu selalu bocor sehingga target yang kami incar sudah bersiap-siap. Oleh karena itu operasi kali ini kami lakukan secara senyap,” kata Taupik.
Strategi itu terbukti efektif. Petugas langsung membawa 11 PSK ke Kantor Damkar Satpol PP di Kecamatan Dringu untuk pemeriksaan kesehatan dan pendataan identitas.
“Terbukti saat dilakukan Operasi Pekat secara senyap, sebanyak 11 PSK kami amankan dan sekarang mereka masih menjalani tes kesehatan apakah ada yang terindikasi penyakit sekaligus pendataan identitas,” imbuhnya.
Taupik juga mengungkap tarif yang dipasang para PSK. Sekali layanan, tarifnya mencapai Rp100 ribu, belum termasuk biaya kamar.
“Sekali main biayanya Rp 100 ribu plus kamarnya,” ujarnya.
Satpol PP masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan dan pendataan untuk mengetahui apakah di antara 11 orang tersebut terdapat pemain baru atau yang terindikasi penyakit.
“Kami juga masih belum tahu dari belasan PSK ini ada pemain baru atau ada yang terindikasi penyakit, nanti hasilnya akan segera kami sampaikan,” pungkas Taupik.