Bangkalan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur menggelar Festival Seni Tradisi Bangkalan, Jum’at (25/07/26) malam di depan Pendopo Agung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan warisan seni dan budaya Madura kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Sekretaris Daerah Bangkalan Ismet Efendi, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Moch Azis, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Sadari.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara. Sepanjang ruas jalan di depan Pendopo Agung dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan festival yang untuk pertama kalinya digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jatim di Kota Dzikir dan Sholawat.

Beragam kesenian khas Bangkalan ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari Tari Gelang Sokoh, Tari Thandang Bangkalanan, Tari Lampa’ Lalapan, atraksi makan api, tradisi Pecah Ghenting khas Bangkalan, hingga penampilan kuliner Soto Madura.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Sadari, mengatakan Festival Seni Tradisi di Bangkalan merupakan pelaksanaan ke-28 dari total 46 titik kegiatan yang difasilitasi DPRD Jawa Timur.

Menurut dia, festival ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Kegiatan ini sangat berdampak bagi Disbudpar Jatim dalam upaya membangun kemajuan kebudayaan untuk memenuhi amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017,” ujar Sadari.

Mantan Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular itu menambahkan, kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai daerah di Jawa Timur sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

“Tidak hanya Bangkalan saja, akan ada kegiatan serupa yang menyasar daerah di Jawa Timur dengan harapan membangun kemajuan kebudayaan dan kesenian,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Moch Azis mengatakan festival tersebut juga bertujuan membangkitkan semangat generasi muda agar lebih mengenal dan menjaga warisan budaya daerah.

Ia mengaku memilih Bangkalan sebagai lokasi penyelenggaraan karena sebelumnya melihat sejumlah tarian khas Bangkalan justru dipentaskan di provinsi lain oleh penari yang bukan berasal dari Bangkalan.

Ketua DPD PAN Bangkalan itu mengaku prihatin karena masih banyak perantau asal Bangkalan yang tidak mengenal budaya dan tradisi daerahnya sendiri.

Karena itu, ia berkomitmen untuk terus memperluas penyelenggaraan festival serupa sebagai bagian dari upaya melestarikan identitas budaya Madura.

“Ini bagian upaya untuk memperkenalkan dan menjaga kebudayaan dan tradisi kita yang telah diwariskan oleh leluhur,” pungkasnya.