Kota Blitar – Akses jalan menuju kawasan wisata sirkuit di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar, dikeluhkan warga setelah sebuah jembatan yang diduga baru selesai dikerjakan justru ambles hanya dalam hitungan satu hari.

Peristiwa ini memicu pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan serta perencanaan teknis proyek tersebut.
Berdasarkan informasi dari warga sekitar, aktivitas perbaikan jembatan dilakukan pada Senin sore dengan pengecoran menggunakan material campuran semen. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB, bagian jembatan dilaporkan sudah mengalami penurunan struktur.

“Seperti yang mas lihat sekarang ini, kemarin sore dikerjakan, sekarang sudah ambles,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa pagi.

Warga juga menyebut bahwa jembatan sempat dibuka sebagian untuk menunjang akses lalu lintas menuju area sirkuit. Namun, pembukaan tersebut justru diduga memperparah kondisi konstruksi yang belum sepenuhnya siap digunakan.

“Karena kebutuhan akses ke sirkuit, akhirnya dibuka separuh. Sisi timur belum digunakan, tapi yang barat sudah terlihat terkikis,” tambahnya.

Dari pantauan di lokasi, bagian barat jembatan tampak mengalami pengikisan, dengan struktur cor yang terlihat tidak padat dan mulai retak. Dugaan sementara mengarah pada lemahnya kualitas pengerjaan atau tidak adanya perhitungan matang dalam proses pembangunan.

Lebih jauh, warga menyebut bahwa pihak kelurahan setempat tidak mengetahui adanya pekerjaan tersebut, sehingga menimbulkan dugaan kurangnya koordinasi antar instansi terkait.

Menanggapi kejadian ini, tim media berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Kota Blitar. Informasi awal disampaikan kepada Plt. Sekda yang kemudian mengarahkan untuk menghubungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Namun, saat didatangi, pejabat terkait tidak berada di tempat.

“Kepala dinas sedang ada kegiatan di luar kantor, mas,” ujar petugas resepsionis yang berjaga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab amblesnya jembatan maupun pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

Kejadian ini menambah daftar persoalan infrastruktur yang menjadi sorotan publik, terutama terkait kualitas pembangunan yang dinilai kurang optimal.

Warga berharap ada evaluasi menyeluruh serta tindakan tegas dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang, terlebih menyangkut fasilitas publik yang vital bagi mobilitas masyarakat.