Kediri – Persik Kediri menggandeng Accurate Professional Performance Analysis (APPA) dan Universitas Nusantara PGRI Kediri untuk menggelar Liga Persik musim 2026. Langkah ini menjadi strategi memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Kediri Raya. Dukungan penuh juga datang dari PSSI Kota Kediri dan PSSI Kabupaten Kediri.

Kompetisi ini menyediakan wadah bagi akademi dan sekolah sepak bola (SSB) di Kota maupun Kabupaten Kediri. Para pemain muda bisa mengembangkan potensi melalui format liga yang kompetitif dan berkelanjutan.

Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, menegaskan bahwa Liga Persik menunjukkan komitmen klub dalam membangun ekosistem sepak bola daerah sekaligus membuka jalan bagi talenta baru.

“Liga Persik adalah bentuk komitmen kami untuk mendorong seluruh elemen sepak bola di Kediri Raya agar bisa mencapai level tertinggi mereka. Pembinaan usia dini adalah fondasi penting bagi masa depan sepak bola,” ujar Farina, senin (20/4/2025).

Menurut Farina, kompetisi ini tidak hanya menyasar pemain muda. Pelatih dan ofisial juga mendapatkan ruang pengembangan agar semakin siap menuju level profesional.

Liga Persik 2026 akan diikuti 12 akademi atau SSB setiap musim. Seluruh pertandingan berlangsung di Kota dan Kabupaten Kediri dengan mengusung semangat “Persik Kediri sebagai klub milik kita semua”.

“Sepak bola bukan hanya soal bermain 90 menit, tetapi juga proses belajar, tumbuh bersama, dan menjunjung tinggi fair play. Kami ingin Liga Persik mampu memberi inspirasi bagi semua pihak,” tambah Farina.

Kompetisi perdana dijadwalkan mulai bergulir pada 23 Mei 2026 di Kota Kediri. Farina berharap ajang ini mempererat hubungan Persik dengan masyarakat sekaligus menjadi jalur pembinaan pemain lokal menuju level lebih tinggi.

“Kami ingin mimpi anak-anak Kediri dalam sepak bola memiliki ruang untuk diwujudkan. Dari Kediri, kami berharap lahir pemain-pemain hebat untuk masa depan,” jelasnya.

Farina juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, atas dukungan terhadap rencana penyelenggaraan Liga Persik 2026.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menilai Liga Persik sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi sepak bola daerah, khususnya di sektor pembinaan usia muda.

“Liga Persik Kediri merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi sepak bola Kota Kediri. Kami berharap dari kompetisi ini lahir pemain-pemain muda asli Kediri yang bertalenta, berkarakter, serta menjunjung sportivitas,” ujar Vinanda.

Pemerintah Kota Kediri mendukung penuh upaya pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

“Semoga Liga Persik berjalan lancar, sukses, dan mampu melahirkan generasi pesepak bola yang membanggakan Kota Kediri,” tandasnya.

CEO APPA Sport, Razan Mahrani, menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan Liga Persik 2026, para pemain akan mendapatkan data statistik individu serta rekaman video pertandingan. Fasilitas ini menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kemampuan.

“Semoga para pemain dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan bermain,” ujar Razan.

Data performa tersebut juga menjadi salah satu acuan dalam proses seleksi pemain menuju Elite Pro Academy (EPA) Super League 2026/2027.

Ketua PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, menyambut positif kehadiran Liga Persik sebagai wadah kompetisi bagi pemain usia remaja.

“Ini menjadi wadah yang sangat dibutuhkan, khususnya bagi pemain usia U-15 hingga U-16 agar memiliki kompetisi yang jelas dan terarah,” ujar Tomi.

Plt Ketua PSSI Kabupaten Kediri, Purwanto, menilai Liga Persik berpotensi melahirkan kembali bibit-bibit pemain unggulan dari Kediri.

“Kediri sejak dulu banyak melahirkan pemain berkualitas. Dengan adanya kompetisi ini, pembinaan menjadi lebih terarah dan mampu menampung bakat anak-anak muda,” ungkap Purwanto.