Blitar – Kebaya bukan sekadar kain dan beludru. Di SMPN 9 Blitar, kebaya menjadi nyala api semangat Kartini. Selasa (21/4/2026), puluhan siswa membanjiri halaman sekolah. Bukan untuk belajar biasa, tetapi untuk bertanding dalam empat lomba antara lain fashion show kebaya ala Kartini, puisi, menyanyi, dan video kreatif.

Kepala SMPN 9 Blitar, Budi Prasetyo Sugeng Santoso, S.S., S.Pd., tidak menyampaikan pidato panjang yang kaku. Ia justru membakar semangat siswa dengan satu pesan lantang:

“Semangat Kartini sangat besar bagi bangsa ini. Mari kita tanamkan tekad yang membara dalam dada kita masing-masing!”

Budi mengajak seluruh siswa meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini. Bukan sekadar mengenang, tetapi bertindak. Berprestasi dan Berkarakter.

“Ini tugas berat kita para guru, orang tua, dan kalian semua. Kita harus menjaga api semangat itu agar tidak padam,” tegasnya di depan ratusan siswa.

Lomba fashion show kebaya menjadi primadona. Para Ibu Guru dan siswa tampil percaya diri dengan kebaya modern namun tetap menghormati akar tradisi. Langkah mereka di panggung sederhana, tapi penuh makna.

Lomba puisi dan menyanyi pun tak kalah sengit. Suara lantunkan syair perjuangan menggema di lorong-lorong kelas. Sementara lomba video kreatif membuktikan bahwa semangat Kartini tetap relevan di era digital.

Peringatan Hari Kartini tahun ini bukan sekadar seremonial. SMPN 9 Blitar sengaja merancang lomba-lomba yang menuntut keberanian, ekspresi, dan inovasi. Tujuannya satu menanamkan jiwa Kartini yang merdeka, berani bersuara, dan pantang menyerah.

Salah satu siwa, Hana (14), mengaku bangga. “Saya pakai kebaya warisan ibu. Rasanya seperti mewakili suara perempuan-perempuan hebat,” ujarnya.

Dengan gelora seperti ini, semangat Kartini di SMPN 9 Blitar tidak akan usang ditelan zaman. Ia hidup. Bernyanyi. Dan terus menginspirasi.