Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar mengajukan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Blitar Rijanto, yang digelar pada Senin malam (3/11/2025). Rijanto menegaskan bahwa penyusunan RAPBD 2026 adalah upaya untuk mengelola keuangan daerah secara transparan dan bertanggung jawab demi kemakmuran masyarakat.
Bupati Blitar Rijanto menjelaskan bahwa total pendapatan daerah pada 2026 diperkirakan sebesar Rp2,31 triliun, menurun 11,43 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun 2025 yang mencapai Rp2,60 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya transfer dari pemerintah pusat sebesar 15,27 persen atau sekitar Rp313 miliar. Namun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan sebesar 2,66 persen, mencapai Rp573 miliar.
Menurut Rijanto, pemerintah daerah harus lebih berhati-hati dalam merencanakan belanja dan pembiayaan. Penurunan transfer pusat berdampak langsung pada ruang fiskal daerah, sehingga pengelolaan anggaran harus dilakukan dengan lebih cermat. “Kita harus cermat merencanakan dan melaksanakan program pembangunan agar tetap efektif meskipun anggaran terbatas,” ungkap Bupati di hadapan anggota DPRD.
Untuk belanja daerah tahun 2026, Pemkab Blitar merencanakan anggaran sebesar Rp2,35 triliun, yang juga mengalami penurunan sebesar 11,33 persen dibandingkan tahun 2025. Dari total tersebut, belanja operasi diperkirakan mencapai Rp1,83 triliun, belanja modal Rp174,7 miliar, belanja transfer Rp349,2 miliar, dan belanja tidak terduga sebesar Rp2,5 miliar. Fokus utama kebijakan belanja adalah untuk mendukung prioritas pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, ketertiban umum, serta peningkatan pelayanan publik.
Dalam hal pembiayaan, Pemkab Blitar merencanakan penerimaan pembiayaan sebesar Rp47,5 miliar, yang menurun 5,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bupati Blitar menjelaskan bahwa kebijakan pembiayaan akan digunakan untuk menutupi defisit anggaran dan menjaga stabilitas fiskal daerah.
Pemkab Blitar berkomitmen untuk terus mengoptimalkan program pembangunan dengan pengelolaan anggaran yang hati-hati, meski dalam kondisi keterbatasan dana, demi memastikan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar.