Blitar – Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum kebersamaan yang luar biasa di Kabupaten Blitar. Ratusan pengguna jalan dan warga sekitar merasakan langsung manfaat dari sinergi antar instansi yang digelar pada Selasa (10/03/2026).
Korps Pegawai Republik Indonesia (Kopri) berkolaborasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blitar. Mereka menggelar serangkaian acara yang menyedot perhatian publik. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi, tetapi juga untuk menghidupkan denyut ekonomi kerakyatan di tengah bulan penuh ampunan.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan pembukaan Bazar Ramadan. Bazar ini diikuti oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta berbagai distributor kebutuhan pokok. Antusiasme ibu-ibu rumah tangga terlihat sejak gerai dibuka.
Mereka berbondong-bondong mendapatkan bahan pangan dengan harga di bawah pasaran. Kehadiran bazar ini menjadi angin segar bagi masyarakat. Di tengah fluktuasi harga menjelang Hari Raya, mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Selain itu, bazar ini juga menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi antar warga yang jarang bertemu karena kesibukan sehari-hari.
Setelah hiruk-pikuk bazar, suasana berubah menjadi khusyuk dengan adanya agenda siraman rohani. Para ulama dan tokoh agama setempat dihadirkan untuk mengisi kajian. Tema yang diangkat seputar keutamaan sedekah dan pentingnya kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Peserta yang hadir tampak menyimak dengan saksama pesan-pesan damai yang disampaikan. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif. Bahwa bulan puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang bagaimana merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang mampu.
Memasuki sore hari, tepatnya di sepanjang Jalan Kusuma Bangsa, pemandangan berbeda terlihat. Puluhan relawan dari Kopri, PGRI, dan Baznas bersiaga di pinggir jalan. Mereka dengan sigap membagikan paket takjil kepada para pengendara motor, mobil, dan pejalan kaki.
Sebanyak 7.200 paket takjil berhasil didistribusikan. Jumlah ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Isi paketnya pun lengkap, mulai dari makanan ringan, kurma, hingga minuman segar untuk berbuka.
Bupati Blitar, Rijanto, yang turun langsung memantau jalannya acara, mengapresiasi kerja keras semua pihak. Menurutnya, kolaborasi antara Kopri, PGRI, dan Baznas ini patut dicontoh oleh organisasi lainnya.
“Kegiatan positif seperti ini akan kami dukung penuh. Ini sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan masyarakat Blitar yang religius dan gotong royong,” tegas Bupati Rijanto di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Bupati Rijanto mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tidak ingin momentum Ramadan berlalu begitu saja. Pihaknya telah menyiapkan agenda lanjutan yang tak kalah menarik.
“Jangan berhenti sampai di sini. Nanti pada malam ke-21 Ramadan, kami akan menggelar acara ‘Maleman’. Akan ada tradisi Genduren atau kenduri bersama, kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah di Pendopo Sasana Adhi Praja. Semua elemen masyarakat kami undang untuk hadir,” jelasnya.
Bupati Rijanto menambahkan bahwa sinergitas yang telah terbangun ini harus dipelihara. Ia berharap kegiatan berbagi takjil dan bazar Ramadan ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga menjadi budaya.
“Agenda seperti ini akan kita laksanakan secara berkelanjutan. Insya Allah, tahun depan kita targetkan jumlah paket takjil bisa lebih banyak lagi dan jangkauan bazar lebih luas,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore itu pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Nuansa kebersamaan dan kehangatan terasa kental, membuktikan bahwa semangat berbagi di Blitar tidak pernah padam meski matahari tenggelam. Kini, masyarakat menanti agenda berikutnya, yaitu Genduren dan salat berjamaah di Pendopo, yang dijanjikan akan semakin meriah.
