Blitar – Ribuan warga memadati kawasan Monumen Daidan Peta Blitar, Sabtu (14/2/2026) malam. Mereka menyaksikan langsung Drama Kolosal “Alap-Alap Daidan Peta Blitar” yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dalam rangka memperingati Hari Cinta Tanah Air dan Hari PETA. Pertunjukan spektakuler ini berhasil membangkitkan semangat patriotisme di tengah masyarakat.
Lampu panggung menyorot tajam ke arah panggung megah. Ratusan pelajar, seniman, dan pegiat komunitas sejarah berkolaborasi dalam teatrikal penuh daya ledak emosi. Mereka tidak sekadar memerankan tokoh sejarah. Mereka menghidupkan kembali denyut nadi perjuangan para syuhada PETA.
Jalan Sudanco Supriadi, lokasi monumen bersejarah itu, berubah menjadi lautan manusia. Ribuan pasang mata larut dalam setiap adegan perlawanan. Heroisme para pejuang Pembela Tanah Air (PETA) seolah hidup kembali di hadapan mereka.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, S.H.I., atau yang akrab disapa Mas Ibin, hadir langsung menyaksikan pertunjukan. Di hadapan ribuan warga, ia menyampaikan makna mendalam peristiwa PETA bagi Kota Blitar.
“Peristiwa PETA bukan sekadar catatan sejarah dalam buku pelajaran. Ini adalah roh, identitas, dan kebanggaan bagi kami warga Kota Blitar,” ujarnya.
Mas Ibin menekankan bahwa semangat juang para pahlawan PETA harus terus menginspirasi generasi muda. “Semoga perjuangan pahlawan PETA dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Mari kita berikan yang terbaik bagi masyarakat dan kemajuan Kota Blitar,” imbuhnya.