Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar secara resmi menyepakati model rantai pasok telur yang menghubungkan langsung peternak dengan Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini bertujuan memperkuat penyerapan produksi lokal sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kesepakatan tersebut muncul dalam Rapat Supply Chain Telur di Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar, Kamis (4/6/2026). Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah, perwakilan SPPG, koperasi, asosiasi peternak telur rakyat, serta Direktur PPM Partisipasi dan Pemberdayaan Masyarakat Tengku Syahdana (daring) menghadiri rapat tersebut.
Wakil Bupati Beky Herdihansah menegaskan, Kabupaten Blitar sebagai sentra produksi telur terbesar di Indonesia memiliki peran strategis. Daerah ini menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang perekonomian masyarakat.
“Setiap butir telur yang terserap oleh SPPG tidak hanya menjadi sumber gizi bagi anak-anak kita, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi peternak dan masyarakat Kabupaten Blitar,” ujar Beky.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Program ini juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk unggulan daerah.
Beky menjelaskan, forum tersebut menjadi langkah awal membangun rantai pasok yang kuat, efisien, dan saling menguntungkan. Peternak membutuhkan akses pasar berkelanjutan. Sementara SPPG membutuhkan pasokan telur berkualitas dan tersedia secara kontinu.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar akan memetakan SPPG yang akan dilayani masing-masing koperasi maupun asosiasi peternak. Setelah pemetaan, setiap pihak akan menyusun perjanjian teknis terkait kuota pasokan, distribusi, hingga mekanisme pembayaran.
Beky menambahkan, model yang dibangun Kabupaten Blitar ini akan menjadi miniatur tata kelola rantai pasok telur. Miniatur tersebut nantinya dapat menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dengan produksi telur yang sangat besar, pola itu diharapkan dapat berkembang untuk memenuhi kebutuhan SPPG di berbagai daerah.
Pemkab Blitar berharap skema ini makin banyak memenuhi kebutuhan telur untuk Program Makan Bergizi Gratis dari peternak lokal. Dengan begitu, nilai tambah ekonomi dapat berputar di daerah dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
