Bangkalan, jatim.diksiber.id – Gelaran Pekan Raya Bangkalan 2026 di Alun-Alun Kota memicu perputaran ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Memasuki hari ketiga, antusiasme ratusan masyarakat yang membludak membuat deretan produk kuliner lokal diserbu pembeli hingga ludes terjual jauh sebelum jam operasional acara berakhir.

Dampak positif lonjakan omzet ini dirasakan langsung oleh Ayu, pemilik UMKM Dimsum Ayam, serta manajemen Es Jadul Kompeni yang menempati stan nomor 4 klaster HIPMI. Mereka kompak mencatatkan rekor penjualan tercepat dengan menghabiskan seluruh stok bahan baku dalam hitungan jam akibat tingginya minat beli warga.

“Alhamdulillah, dalam dua hari ini lapak kami dan beberapa rekan UMKM lainnya sudah sold out lebih awal. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan antusiasme warga Bangkalan yang meramaikan stan nomor 4 HIPMI ini, bagi yang belum mampir kami tunggu kedatangannya,” ungkap perwakilan pelaku usaha kuliner, Senin (26/10/26).

Ketua Panitia Pekan Raya Bangkalan 2026 dari Kadin Bangkalan, Supyani, mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini salah satunya adalah naik kelas sektor UMKM dan ia juga membenarkan fenomena dagangan ludes ini setelah memantau langsung pergerakan pengunjung di Alun-Alun. Tingkat kunjungan terbukti tetap konsisten memadati area pameran sejak sore hari hingga menjelang malam.

“Pengunjung di hari pertama dan kedua luar biasa membludak di luar ekspektasi kami. Saya melihat banyak stan terpaksa tutup duluan karena kehabisan stok, sementara pedagang yang rumahnya dekat sibuk bolak-balik mengirim stok tambahan seperti es dan makanan olahan demi melayani pembeli,” ujar Yani.

Supyani menguraikan bahwa dengan kondisi pasar yang sangat potensial ini, para pelaku UMKM diproyeksikan mampu mencapai titik impas investasi dengan waktu yang sangat singkat. Nilai sewa lapak yang ditawarkan oleh pihak Kadin dinilai sangat sebanding dengan laba harian yang diperoleh para pedagang.

“Dengan biaya sewa stan satu juta rupiah untuk 15 hari bagi UMKM, melihat antusiasme sebesar ini, para pedagang bisa saja balik modal dalam waktu tiga hari,” imbuhnya.

Guna memperoleh data ekonomi yang akurat, Kadin Bangkalan mulai malam ini menerjunkan tim khusus untuk melakukan survei dan riset omzet berkala di setiap stan. Survei ini juga difokuskan untuk mendata keunggulan stan dari 18 kecamatan yang terbukti sukses memamerkan produk lokal unik berharga murah agar ke depan bisa dipromosikan ke tingkat pasar yang lebih luas.