Bangkalan, jatim.diksiber.id – Pekan Raya Bangkalan 2026 resmi menggebrak Alun-Alun Kota. Pembukaan acara ditandai dengan ketukan kentongan serentak oleh Sekretaria Daerah (Sekda) Ismet Efendi, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) H. Supai M. Noer, dan seluruh jajaran Kepala OPD, Sabtu (24/10/26).

Festival ekonomi kreatif ini bakal memanjakan warga Bangkalan selama dua pekan penuh hingga 7 November 2026. Kabar baiknya, pintu masuk pameran dibuka 100 persen gratis tanpa tiket bagi seluruh pengunjung.

Sekda Bangkalan, Ismet Efendi menegaskan kolaborasi ini dirancang untuk mendongkrak kelas pengusaha lokal. Langkah tersebut krusial guna mempersiapkan masyarakat menyongsong masuknya arus investasi industri besar.

“Kami bergerak menggali potensi terpendam di 18 kecamatan. Saat ini ada 100 lebih stan yang penuh terisi oleh produk UMKM unggulan, pihak swasta, hingga instansi pemerintah,” ujar Ismet.

Sementara itu, Ketua Kadin Bangkalan, Ir. H. Supai M. Noer menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjembatani produk lokal agar mampu menembus jaringan pasar modern.

“Produk kita harus masuk ritel berjejaring seperti Indomaret hingga platform digital. Olahan kopi, jagung, daging ayam, hingga kerupuk lokal harus bisa dipasarkan secara nasional dan menembus pasar ekspor,” ungkap Supai.

Menariknya, pesta industri kreatif ini diklaim murni tanpa menyentuh dana APBD kabupaten sepeser pun. Operasional seluruhnya mengandalkan sistem gotong royong serta suntikan dana dari sponsor swasta.

Tarif lapak pun dibuat bervariasi menggunakan sistem subsidi silang. Sewa stan untuk pedagang kecil mendapat potongan harga besar, sedangkan kategori umum atau korporasi dikenakan tarif komersial sekitar dua juta rupiah.

“Kami menargetkan Pekan Raya menjadi agenda tahunan wajib. Format acara ke depan akan terus ditingkatkan agar tahun depan bisa bergulir jauh lebih meriah,” pungkas Supai.