Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor peternakan. Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Blitar, H. Beky Herdihansah, saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Charoen Pokphand Indonesia di Krian, Sidoarjo, Minggu (11/1/2026).
Dalam kunjungannya, Beky menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata perusahaan penyuplai pakan ternak terkemuka tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan PT Charoen Pokphand Indonesia terhadap program strategis ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden. Kemitraan di bidang peternakan ini memiliki nilai yang sangat penting,” ujar Beky Herdihansah.
Pernyataan Wabup tersebut memiliki landasan yang kuat. Kabupaten Blitar dikenal sebagai salah satu sentra peternakan terbesar di Indonesia, dengan fokus utama pada unggas. Data terbaru menunjukkan, wilayah ini mencakup sekitar 30% kebutuhan telur nasional.
Tercatat 3.618 peternak ayam petelur aktif di Blitar, dengan total populasi ayam melebihi 17 juta ekor. Pada tahun 2025, produksi telur diperkirakan mencapai 151 juta kilogram. Untuk mendukung produksi sebesar itu, kebutuhan pakan ternak di Blitar mencapai 700 hingga 800 ton per hari.
Dalam kunjungannya, Beky Herdihansah menyoroti peran kritis keterjangkauan harga pakan. Sebagai salah satu penyuplai pakan utama di Blitar, harapannya agar Charoen Pokphand dapat terus menjaga stabilitas harga.
“Keterjangkauan pakan ternak adalah faktor penentu. Ini bukan hanya soal menjaga produksi, tetapi langsung berdampak pada kesejahteraan ribuan peternak di Blitar,” tegas Beky.
Pemkab Blitar, menurut Beky, berkomitmen penuh menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi kemajuan sektor peternakan. Kunci keberhasilan terletak pada sinergi tridaya pemerintah, pelaku usaha, dan peternak sebagai ujung tombak.
“Kunjungan kerja ini kami harap menjadi pemantik kolaborasi yang lebih erat dan inovatif antara Pemkab Blitar dan PT Charoen Pokphand Indonesia,” ungkapnya.
Wabup Beky menutup pernyataannya dengan optimisme. Ia berharap kemitraan yang telah dibangun dapat terus ditingkatkan, tidak hanya untuk mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Blitar, tetapi juga untuk memperkokoh fondasi ketahanan pangan nasional Indonesia.