Blitar – Seorang ibu rumah tangga berusia 25 tahun ditemukan tewas dalam kondisi menggantung di dapur rumahnya, Rabu (15/4/2026) malam. Peristiwa gantung diri di Blitar itu terjadi di Dusun Pacuh RT 003 RW 013, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok.
Korban berinisial DTF (25), warga setempat. Keluarga menemukan DTF dalam keadaan leher terikat tali tampar di depan kamar mandi rumah tersebut sekitar pukul 19.30 WIB.
Ayah kandung korban, SM (44), menjadi pelapor kejadian ini. Ia menuturkan, awalnya ia dan istrinya pulang dari menjenguk nenek korban yang sedang sakit di desa sebelah.
“Saya masih parkir motor di samping rumah. Tiba-tiba istri saya berteriak, ‘Pak… Pak, DTF, DTF wilo piye’,” ujar SM.
SM segera menghampiri dan melihat anaknya sudah menggantung. Ia lalu melepas ikatan tali tersebut dan membawa korban ke ruang tamu. Selanjutnya, SM menghubungi tetangga serta perangkat desa setempat.
Sebelum kejadian, sekitar pukul 17.30 WIB, SM masih melihat korban beraktivitas bersama anaknya yang berusia 2 tahun. Korban sehari-hari tinggal bersama kedua orang tua dan putrinya itu. Sementara suami korban bekerja di Kalimantan.
Keluarga juga mengungkapkan, korban sempat meminjam uang Rp15 juta kepada seorang saksi bernama SR (56), tetangga korban. Korban beralasan uang itu untuk mengganti kerugian suaminya yang diduga menabrak anjing saat mengemudi di Kalimantan. Namun, SR mengatakan tidak memiliki uang tersebut. Korban pun pulang ke rumah dengan tangan hampa.
Satu saksi lain turut dimintai keterangan, yaitu SY (56), buruh tani, juga warga setempat. pihak kepolisian masih melakukan pendalaman awal. Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
