Lamongan – Aksi kejahatan perbankan dengan modus ganjal kartu ATM kembali meresahkan warga Lamongan. Komplotan licik itu berhasil membobol rekening seorang ibu rumah tangga hingga Rp55.033.000 hanya dalam kurun waktu 16 menit.
Korban berinisial AFA (42), warga Desa Deketwetan, Kecamatan Deket, harus kehilangan uang hasil jerih payahnya setelah terperdaya di sebuah mesin ATM di wilayah Tikung.
“Benar, ada laporan masuk ke Polres Lamongan terkait kejadian ini,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Peristiwa nahas itu menimpa korban Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 06.45 WIB. Saat itu, AFA baru saja mengantar anaknya ke sekolah dan berniat menarik uang di ATM BRI kawasan RS Permata Hati, Jalan Raya Tambakboyo, Kecamatan Tikung.
Sialnya, kartu ATM miliknya tidak bisa masuk secara normal ke dalam mesin. Dalam kepanikan itu, seorang pria berbaju putih langsung mendekat dan menawarkan bantuan. Tanpa rasa curiga, korban langsung menyerahkan kartunya. Pelaku pertama dengan sigap memasukkan kartu hingga tampak berhasil, kemudian ia pergi begitu saja.
Tak lama berselang, saat korban masih kesulitan bertransaksi, muncul pria lain berbaju hitam. Pelaku kedua itu dengan pura-pura membantu mengarahkan korban untuk menekan tombol Cancel dan memasukkan nomor PIN. Dalam keadaan panik dan tekanan psikologis, AFA mengikuti semua instruksi tersebut tanpa sadar membocorkan rahasia kartunya.
Setelah PIN berhasil didapat, pelaku kedua beralasan hendak mengambil alat untuk mengeluarkan kartu yang tersangkut. Namun, ia tak pernah kembali. Komplotan itu pun melarikan diri.
Merasa janggal, korban langsung mendatangi Kantor BRI Lamongan untuk memblokir rekeningnya. Namun, nasib malang telah menanti. Saat petugas melakukan pengecekan, delapan transaksi penarikan dan transfer terjadi dalam waktu kilat, mulai pukul 06.55 hingga 07.11 WIB.
Total kerugian yang diderita AFA mencapai Rp55.033.000. Jumlah itu terdiri dari beberapa kali penarikan tunai besar hingga puluhan juta rupiah dan sejumlah transaksi transfer ke rekening lain.
Polisi kini tengah memburu komplotan tersebut. Kasus ini sudah resmi ditangani Polres Lamongan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada orang asing di sekitar mesin ATM dan segera menghubungi bank resmi jika menemui kendala.
