Blitar – Program RT Keren 2024 kembali meluncurkan inisiatif nyata untuk memberdayakan masyarakat. Kali ini, sebuah pelatihan las intensif dengan anggaran sebesar Rp 45 juta dengan rincian 15 Juta untuk masing – masing RT, secara resmi digelar untuk puluhan warga di Dusun Santren, RW 03, Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Kelompok Masyarakat (POKMAS) “Amanah” bertindak sebagai pelaksana langsung dari kegiatan yang fokus pada peningkatan kompetensi teknis ini, minggu (30/11).
Berbeda dengan sekadar pelatihan teori, program ini secara khusus dirancang untuk mencetak calon-calon tenaga terampil dan wirausaha baru di bidang fabrikasi dan perbengkelan. Para peserta tidak hanya menerima materi dasar pengelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik-teknik las untuk membuat produk-produk bernilai jual, seperti gerbang, pagar, dan perabot rumah tangga.
Ketua RW 03, Musleh Efendi, dalam sambutannya menegaskan komitmen penuh lingkungannya terhadap program ini. “Kami menyambut baik dan mendukung penuh pelatihan las ini. Ini adalah langkah strategis untuk membekali anak-anak muda dan warga kita dengan life skill yang nyata. Dengan modal keterampilan ini, kami yakin mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan mengurangi pengangguran di tingkat akar rumput,” ujarnya penuh keyakinan.
Dana senilai Rp 45 juta yang dibagi dengan 3 RT tersebut pihak POKMAS “Amanah” alokasikan secara transparan untuk pembelian material praktik, peralatan keselamatan, dan honor bagi instruktur yang kompeten. Skema pelatihan yang padat dan aplikatif ini memastikan peserta menguasai keahlian yang langsung dapat mereka gunakan untuk mencari penghasilan.
Antusiasme warga terlihat jelas sejak pendaftaran dibuka. Ruang pelatihan di Balai Dusun Santren selalu dipadati peserta yang bersemangat mempelajari setiap teknik. Seorang peserta, Ahmad, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Ini kesempatan emas. Ilmu yang didapat langsung bisa dipakai untuk cari nafkah, atau paling tidak untuk perbaiki perlengkapan rumah sendiri,” ujarnya.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Blitar, selaku penanggung jawab Program RT Keren, menilai kegiatan di Dusun Santren ini sebagai contoh tepat sasaran. Program ini tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi lebih menitikberatkan pada pemberdayaan berbasis keterampilan yang berkelanjutan,” terangnya. (Nugi)