Bangkalan – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Bangkalan terus berkomitmen dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Terobosan tersebut dimulai dengan dilakukannya sosialisasi yang dilaksanakan di Cafe Sky Resto Cokro Bangkalan pada Kamis (20/11/25).

Kegiatan ini dihadiri oleh 60 peserta dari perwakilan perempuan berasal dari berbagai instansi, lembaga, penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, PKK Kecamatan. Perwakilan Muslimat dan lainya. Termasuk mendatangkan 2 narasumber dari Prov. Jatim, yakni Indah Tri Wulandari dan Suti’ah.

Puspaga di inisiatif oleh warga, kembali ke warga dan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga nantinya ada tahapan-tahapan dalam rangka penanganan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Kepala Dinas KBP3A Bangkalan, Sudiyo mengatakan, Puspaga memiliki tahapan yang dimulai dari implementasi informasi, sosialisasi dan penaganan rujukan kekerasan yang akan ditangani oleh psikolog hingga ke rumah sakit.

” Target kami di tahun ini awalnya kan 100, namun itu terlalu berat karena menuntut partisipasi dan komitmen tinggi dari camat dan kepala desa. Sehingga sementara kami coba 22 dulu dan di tahun depan akan di push menjadi 100,” Ujar Yoyok sapaan akrabnya.

Yoyok menambahkan, inisiatif tersebut sebenarnya ada 3 kegiatan yang sinergitasnya sama, diantaranya Puspaga, Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa), serta Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

” Hal-hal pencegahan yang berkaitan dengan kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak bisa optimal, sehingga dapat meminimalisir kasus-kasus tersebut,” Ucapnya.Selain itu, Yoyok mengajak agar masyarakat dapat melapor ke lembaga terkait jika ditemukan adanya peristiwa kekerasan dan pelecahan terhadap anak dan perempuan.” Kami juga akan menaikkan tingkat kesadaran masyarakat dalam melapor. Sehingga dengan begitu target penangan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak ini bisa di kontrol,” Tukasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bangkalan, Bambang Budi Mustika berharap dengan adanya inisiatif ini dapat mencegah kekerasan dan pelecehan terhadap anak di Kabupaten Bangkalan.

” Ini pembelajaran pertama yang harus di tanam, karena dari situ merupakan inti dari pencegahan kekerasan terhadap anak,” Pungkasnya.