Bangkalan – Pondok pesantren dituntut membangun kemandirian ekonomi agar tidak selalu bergantung pada bantuan pihak luar, wali santri, maupun masyarakat sekitar. Semangat tersebut ditegaskan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, KH Mukhlis Muchsin, dalam sebuah pertemuan yang dihadiri sejumlah pihak.

Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Bangkalan serta Zadiyah dari Bank Syariah Indonesia (BSI). KH Mukhlis Muchsin menyampaikan terimakasih kepada pihak yang terlibat dalam kerja sama ini.

Selain itu, turut hadir perwakilan BMT UGT Sidogiri yang diharapkan dapat memberikan arah baru bagi pengembangan ekonomi syariah di lingkungan pesantren.

“Kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh hadirin. Pencerahan dan motivasi dari beliau-beliau yang hadir saat ini sangat kami harapkan,” ujar Mukhlis.

Mukhlis mengungkapkan, pesantren memiliki impian besar untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan mandiri. Menurut dia, kemandirian tersebut penting agar operasional pesantren sekaligus kontribusinya dalam membangun perekonomian umat dapat berjalan lebih mudah dan lancar.

Selain membangun kemandirian finansial, pesantren juga membawa misi dakwah untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya praktik ekonomi berbasis riba.

Ponpes Al-Anwar berkomitmen mengedukasi masyarakat sekitar agar terhindar dari jeratan pinjaman non-syariah atau rentenir yang selama ini dinilai meresahkan. Melalui sinergi dengan BMT, pesantren ingin mengarahkan masyarakat pada sistem keuangan yang dinilai lebih sesuai dengan prinsip syariah.

“Keinginan kami luar biasa untuk memiliki sistem ekonomi pesantren yang mandiri. Melalui kerja sama ini, kami juga ingin mengedukasi masyarakat yang masih terjerat pinjaman di luar syariah atau rentenir,” pungkasnya.