Kediri – Sebuah video viral memperlihatkan seorang remaja berkostum pocong diamankan warga bersama aparat kepolisian di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/5) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, di Jalan Raya Brenggolo, Desa Brenggolo.

Alih-alih sosok mistis, polisi justru menemukan bahwa “pocong” tersebut adalah seorang pelajar di bawah umur. Ia bersama dua rekannya hendak membuat konten untuk media sosial.

Kepala Desa Brenggolo, Gianto, yang turun ke lokasi bersama warga, langsung curiga. Pasalnya, beberapa hari terakhir masyarakat dihebohkan dengan kabar teror pocong yang ramai di media sosial.

Warga pun mengejar rombongan remaja itu. Awalnya, lima anak datang dengan dua sepeda motor. Saat dikejar, dua remaja berhasil melarikan diri, sementara tiga lainnya berhasil diamankan warga. Ketiganya masih berstatus pelajar dan berasal dari wilayah Kecamatan Plosoklaten. Mereka berinisial R (15), M (14), dan R (16). Remaja berkostum pocong adalah salah satu dari mereka.

Warga langsung membawa ketiganya ke Polsek Plosoklaten untuk dimintai keterangan.

Kasatreskrim AKP Joshua Peter Krisnawan menjelaskan, hasil penyelidikan menunjukkan aksi tersebut hanya untuk membuat konten lucu di media sosial.

“Motif mereka hanya ingin membuat konten untuk media sosial dan mencari sensasi karena tren konten pocong sedang ramai. Mereka mengaku ingin membuat video lucu untuk status WhatsApp,” ujar AKP Joshua, Minggu (24/5/2026).

Menariknya, ketiga pelajar itu belum sempat merekam aksi mereka sendiri. Polisi menyebut mereka tidak tahu bahwa warga lebih dulu merekam dan menyebarkan aksi tersebut hingga akhirnya viral.

“Belum sempat direkam oleh mereka sendiri, namun ternyata sudah ada warga yang merekam dan menyebarkannya,” imbuh Joshua.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kain putih menyerupai pocong, tali kain hitam, ikat pinggang hitam, dan satu unit telepon genggam.

Saat ini, ketiga remaja tersebut menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Kediri dengan pendampingan orang tua masing-masing.