Blitar – Kondisi jalan rusak di Jl. Batanghari, Kota Blitar, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan. Sejumlah titik tampak berlubang dengan permukaan aspal yang mengelupas, bahkan sebagian sudah ditambal seadanya namun kembali rusak. Kondisi ini dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari.
Jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan aktivitas masyarakat menuju dua pasar tradisional di sekitarnya. Tingginya mobilitas warga, terutama pada pagi hari, membuat kerusakan jalan semakin terasa dampaknya. Pengendara harus memperlambat laju kendaraan dan menghindari lubang, yang berpotensi memicu kecelakaan.
Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan ini sudah cukup lama dibiarkan tanpa perbaikan menyeluruh. “Sudah sering ditambal, tapi cepat rusak lagi. Kalau malam hari lebih bahaya karena lubangnya tidak terlihat jelas,” ujar Ghofur warga setempat.
Selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Distribusi barang ke pasar menjadi terhambat, dan kenyamanan pembeli maupun pedagang ikut terganggu.
Muncul pertanyaan di tengah masyarakat, apakah kondisi ini berkaitan dengan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya perhatian terhadap fasilitas umum. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang tidak bertahan lama.
Jl. Batanghari sebagai jalur vital seharusnya mendapat prioritas perbaikan, mengingat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Kota Blitar. Hingga kini, masyarakat masih menunggu respons dan tindakan nyata dari pihak terkait agar kondisi jalan kembali layak dan aman dilalui.