Bangkalan – Memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga negara Indonesia yang bekerja di luar Negeri, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bangkalan.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) mengambil langkah mitigasi awal dengan membuka layanan hotline bagi PMI yang berada di wilayah terdampak konflik.

Kepala Disperinaker Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh PMI asal Bangkalan yang berada di kawasan Timur Tengah agar tetap tenang dan tidak panik.

“Kami meminta seluruh PMI tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan otoritas setempat. Selain itu, mereka juga harus terus menjalin komunikasi dengan perwakilan RI di negara masing-masing,” ujar Jemmi, Kamis (12/03/26).

Untuk memudahkan akses komunikasi dan perlindungan bagi PMI, pemerintah menyediakan sejumlah layanan hotline yang dapat dihubungi dalam situasi darurat.

Hotline Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu RI: +62 812 9007 0027

Hotline Pemkab Bangkalan: +62 812 5252 4200

Berdasarkan data Disperinaker Bangkalan, saat ini tercatat sejumlah PMI asal Bangkalan berada di beberapa Negara Timur Tengah, di antaranya:

Arab Saudi 37 orang, Yordania sebanyak 2 orang, Uni Emirat Arab terdapat 5 orang dan Turki sebanyak 87 orang.

Selain itu, PMI juga dapat menghubungi hotline perwakilan RI di negara masing-masing:

KBRI Riyadh (Arab Saudi): +966 569 173 990KBRI, Amman (Yordania): +962 779 150 407, KBRI Abu Dhabi (UEA): +971 566 156 259 dan KBRI Istanbul (Turki): +90 534 453 5611

Jemmi menambahkan, hingga saat ini kondisi PMI asal Bangkalan di negara-negara tersebut masih terpantau aman. Namun pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi di kawasan konflik.

“Kami berharap tidak ada dampak langsung terhadap warga negara kita. Jika terjadi situasi darurat, PMI dapat segera berkomunikasi dengan KBRI setempat maupun hotline yang telah disediakan,” jelasnya.

Meski demikian, Disperinaker Bangkalan belum dapat memastikan kemungkinan evakuasi atau penjemputan PMI dari wilayah konflik karena kondisi di lapangan masih dinilai aman.

“Kita doakan bersama agar konflik di kawasan Timur Tengah segera berakhir sehingga para PMI dapat bekerja dengan tenang,” pungkasnya.