Tulungagung – Sebanyak 24 siswa SDN 3 Bungur, Tulungagung, menjalani perawatan medis di Puskesmas Karangrejo diduga akibat keracunan makanan. Insiden ini terjadi usai mereka menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Selasa (10/2) pagi.
Laporan gangguan kesehatan seperti mual dan pening dari puluhan siswa tersebut langsung ditindaklanjuti cepat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung. Tim gabungan yang melibatkan Bidang P2P Dinkes, Badan Gizi Nasional (BGN), dan kepolisian segera turun ke lokasi.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menegaskan pihaknya langsung bergerak setelah laporan masuk sekitar pukul 10.00 WIB. “Tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan sampel,” ujar Aris, Selasa.
Menu MBG yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur hari itu terdiri dari nasi, ayam suwir, tahu goreng, tumis kacang panjang, dan kurma. Tim gabungan telah mengambil sampel makanan dari SPPG serta spesimen klinis dari siswa untuk uji laboratorium guna menentukan penyebab pasti.
“Kami sudah ambil semua sampel. Ada beberapa anak yang mengonsumsi ayam, tetapi sumber masalahnya masih kami dalami. Pasti kami uji,” tegas Aris.
Pantauan di lokasi menunjukkan petugas kesehatan bersama Unit Reskrim Polres Tulungagung mengamankan bukti di SPPG Bungur. Sejumlah wadah berisi menu MBG juga terlihat menumpuk dan tidak lagi didistribusikan.
Merespons insiden ini, Dinkes Tulungagung mengungkapkan bahwa SPPG Bungur masih dalam proses pengajuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Unit tersebut baru beroperasi sekitar satu bulan.
