Kediri – Pemerintah Kota Kediri meresmikan ikon baru penggerak ekonomi kerakyatan, Sentra Kuliner Pasar Banjaran. Peresmian yang berlangsung pada Selasa malam (20/1/2026) itu menandai babak baru bagi aktivitas pasar tradisional dan menjadi wujud komitmen konkret dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Launching yang digelar di kawasan Pasar Banjaran, Jalan Insinyur Sutami No. 31, tersebut menghadirkan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota, jajaran Forkopimda, serta puluhan pelaku UMKM dan masyarakat. Kehadiran sentra kuliner ini langsung menyedot perhatian sebagai destinasi gastronomi baru yang diharapkan hidup dari pagi hingga malam.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sambutannya menegaskan bahwa Sentra Kuliner Pasar Banjaran merupakan terobosan strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Sekitar 24 pelaku UMKM, termasuk pedagang yang sebelumnya beraktivitas di sekitar pasar, kini mendapatkan tempat usaha yang lebih nyaman dan terkelola.

“Kehadiran sentra ini kami rancang untuk mendukung ekosistem UMKM sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif Kota Kediri. Kami menginginkan sebuah tempat yang tidak hanya rapi dan menarik, tetapi juga menjadi kebanggaan bersama,” ujar Vinanda.

Vinanda menyoroti kuliner sebagai sektor ekonomi kreatif dengan potensi besar. Pengelolaan yang mengedepankan kearifan lokal, menurutnya, menjadi kunci utama. Ia memiliki visi agar Sentra Kuliner Pasar Banjaran berkembang menjadi magnet bagi wisatawan kuliner, baik dari dalam maupun luar Kota Kediri.

“Impian kami sederhana: menjadikan Pasar Banjaran sebagai pasar yang ‘ngangenin’. Sebuah destinasi yang tidak hanya ramai di pagi hari, tetapi juga bersinar di malam hari dengan suguhan kuliner khas Kediri,” tambahnya.

Wali Kota juga menyampaikan pesan khusus kepada para pedagang. Pemanfaatan fasilitas secara optimal harus beriringan dengan komitmen menjaga kebersihan, kualitas produk, dan pelayanan yang ramah. Tiga elemen ini, tegasnya, merupakan fondasi utama membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.

“Kepercayaan masyarakat merupakan aset tak ternilai. Kualitas, kebersihan, dan keramahan adalah pilar penjaganya. Mari kita jaga bersama-sama,” tegas Vinanda.

Tidak hanya berhenti pada penyediaan ruang, Pemerintah Kota Kediri melalui dinas terkait dan PD Pasar akan melanjutkan komitmen dengan program pendampingan dan pembinaan berkelanjutan bagi para UMKM. Langkah ini penting untuk memastikan para pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh dan naik kelas.

Keberadaan Sentra Kuliner Pasar Banjaran diharapkan dapat mengubah persepsi publik tentang pasar tradisional. Kawasan ini tidak lagi identik dengan aktivitas pagi hari semata, melainkan bertransformasi menjadi ruang ekonomi kreatif yang hidup 24 jam, nyaman, dan berpotensi menjadi destinasi wisata kuliner unggulan. (Juli)