Sampang– Solidaritas masyarakat Kecamatan Jrengik akhirnya menjawab keluhan lama warga. Jalan penghubung vital antara Desa Taman dan Desa Majangan yang rusak parah, kini berangsur pulih berkat inisiatif gotong royong warga. Aksi swadaya ini muncul dari keprihatinan pemuda setempat terhadap kondisi infrastruktur yang menghambat mobilitas dan perekonomian.
Figur bernama Mat Terbang, pemuda asal Majangan, menjadi motor penggerak utama. Ia tidak bekerja sendirian. Mat Terbang terlebih dahulu merangkul tokoh masyarakat dari kedua desa, Adol dari Majangan dan Ra Iqon dari Taman, untuk membangun konsensus. Koordinasi intensif mereka berhasil menyatukan niat dan tenaga warga dari kedua sisi wilayah.
“Kondisi jalan yang berlubang dan becek saat hujan sudah lama menyulitkan kami. Petani kesulitan mengangkut hasil, anak-anak sekolah juga terganggu. Kami memutuskan untuk tidak hanya mengeluh, tetapi bertindak,” jelas Mat Terbang, Jumat (19/12), menceritakan awal mula gagasan tersebut.
Inisiatif akar rumput ini menarik perhatian dan dukungan nyata dari H. Madud, seorang tokoh yang dihormati di wilayah tersebut. Dukungannya memberikan legitimasi dan semangat lebih bagi para relawan. Selain itu, Camat Jrengik, Khoirul Anam, juga memberikan arahan strategis dan memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur, meski pengerjaan fisik sepenuhnya mengandalkan tenaga dan swadaya masyarakat.
“Ini adalah bentuk partisipasi masyarakat yang sangat membanggakan. Pemerintah kecamatan hadir untuk memfasilitasi dan mendukung apa yang telah menjadi keinginan bersama warga,” tegas Khoirul Anam.
Proses perbaikan berfokus pada ruas jalan dari area Embong Taman menuju Desa Majangan. Warga secara bergiliran menyumbangkan tenaga, peralatan sederhana, dan material untuk menimbun lubang dan meratakan permukaan jalan. Suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan sangat terasa di lokasi kerja bakti.
Udin dan Barok, dua pemuda aktif dari Majangan, menyatakan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang terlibat. “Gotong royong ini bukti bahwa jika kami bersatu, masalah sebesar apa pun bisa kami atasi. Jalan ini bukan hanya akses transportasi, ini adalah urat nadi perekonomian kami,” ujar Udin penuh harap.
Keberhasilan kolaborasi antara warga, pemuda, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah ini diharapkan bisa menjadi preseden positif. Inisiatif serupa dinilai mampu mendorong kemandirian komunitas dalam mengatasi persoalan dasar sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat. Perbaikan jalan ini diprediksi akan langsung berdampak pada percepatan distribusi hasil pertanian, akses layanan kesehatan, dan kegiatan pendidikan warga Desa Taman dan Majangan. (Azis)