Bangkalan – Pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Bangkalan di tahun 2026 yang jumlahnya Rp 200 miliar rupanya sangat berdampak terhadap sektor Pendidikan.
Anggaran perbaikan dan rehabilitasi sekolah dasar (SD) di Kota Dzikir dan Sholawat pada tahun 2026 turun drastis yaitu Rp 900 juta, jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang mencapai Rp 37 miliar.
Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri mengatakan, bahwa di tahun 2026 dana yang bersumber dari APBD DAU Earmark tidak ada pengerjaan fisik terhadap Sekolah Dasar.
” Dengan anggaran yang sangat minim ini kami akan menyesuaikan dengan mengedepankan skala prioritas,” Ujar Ali Yusri, Selasa (16/12/25).
Ali Yusri menambahkan, Mengingat masih ada SD yang belum tersentuh sarana prasarana sekolah di tahun 2025 pihaknya mengupayakan dengan mengusulkan melalui program revitalisasi yang sumber anggaran dari APBN.
” Karena pendidikan ini skala prioritas pembangunan nasional, untuk penyelesaian rehab dan RKB yang ada di daerah bisa dilakukan sendiri yang sifatnya APBN dan nanti yang melaksanakan langsung kepala sekolah karena sifatnya swakelola,” Pungkasnya.