Blitar – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, laksanakan kunjungan lapangan guna meninjau langsung lokasi-lokasi terdampak genangan air yang melanda beberapa titik di Kota Blitar, termasuk genangan di Jl. Palem yang disebabkan oleh luapan sungai. Kunjungan ini dilakukan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar, Rabu (29/10).

Kejadian yang berawal dari hujan deras yang mengguyur Kota Blitar pada Selasa (28/10), menyebabkan sejumlah sungai meluap. Salah satunya adalah sungai yang melintasi Jl. Palem, mengakibatkan banjir di jalanan yang mengganggu aktivitas lalu lintas. Genangan air tersebut juga menambah beban bagi pengguna jalan yang harus menghadapi kondisi tersebut sepanjang hari.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menjelaskan bahwa permasalahan banjir dan genangan air saat hujan deras telah menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Ia menegaskan bahwa Pemkot sedang berupaya menemukan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini agar tidak terus berulang. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperbaiki infrastruktur dan memperkuat sistem drainase di seluruh wilayah Kota Blitar,” kata Ibin.

Sementara itu Yoyok Novandi, Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kemarin itu sebabkan sejumlah titik banjir & kerusakan sejumlah fasilitas umum.

Antara lain, banjir di Jalan Palem, Jalan Moh Hatta & Jalan Anggrek. Selain itu, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) jebol & merusak fasilitas umum, berupa kamar mandi di Karangsari. Tak hanya itu, talud di Jalan Cut Mutia ambrol akibat tekanan dari bangunan baru setinggi 5 meter. Lebar longsoran mencapai 6 meter. Ini menimbulkan kekhawatiran warga sekitar,meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi terhitung cukup signifikan,” ujarnya.