Bangkalan, jatim.diksiber.id – Kompas politik Kabupaten Bangkalan resmi berputar ke arah strategi baru. Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bangkalan periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Aula SMAN 1 Bangkalan pada Minggu (25/10/2026), disusul gebrakan instan lewat forum Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).
Sebelum resmi dilantik untuk masa khidmat lima tahun ke depan, para pengurus baru disuntik vaksin ideologi melalui orientasi politik oleh DPW PKB Jawa Timur.
Langkah ini menjadi ruang literasi bagi kader agar tidak sekadar berpolitik praktis, melainkan paham luar dalam mengenai visi, strategi, serta ideologi partai yang religius, nasionalis, dan berakar pada kerakyatan.
Ketua DPC PKB Bangkalan, H. Syafiuddin menegaskan sebagai sebuah partai politik, menurutnya tujuan utama mereka adalah mengonsolidasikan kekuatan untuk memenangkan kekuasaan eksekutif maupun legislatif.
“Langkah perdana kami pasca pelantikan adalah menggelar Muskercab untuk merumuskan langkah taktis menuju Pemilu 2029. Walau target wilayah hanya bertahan, saya siap melakukan konsolidasi se-Madura Raya demi menambah raihan satu kursi ekstra PKB di tingkat nasional,” ujar H. Syafi.
Menatap papan catur Pilkada Bangkalan, PKB memilih berpolitik secara dewasa dan enggan terburu-buru mengunci nama. Syafiuddin menegaskan navigasi politik partainya akan sangat bergantung pada kompas kearifan lokal, restu para kiai, serta evaluasi berbasis data ilmiah Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap kinerja petahana (Lukman-Fauzan).
“Sebagai kader di daerah, posisi kami adalah makmum yang siap tegak lurus mengikuti seluruh instruksi dari DPP pusat,” ucap H. Syafi.
Namun, menurut Anggota DPR RI Komisi X tersebut yang paling utama adalah merangkul seluruh parpol dan stakeholder demi menjaga stabilitas politik serta keamanan di Bangkalan dengan mengedepankan kepentingan publik.