Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin menggelar silaturahim ke sejumlah ulama di Kota Kediri. Rangkaian kunjungan itu berlangsung pada Senin (6/4), salah satunya bertempat di Pondok Pesantren Wali Barokah.
Wali Kota Vinanda ingin mempererat hubungan antara Pemerintah Daerah dengan kalangan pesantren. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Aman, Produktif, Agamis, dan Nyaman).
Di Ponpes Wali Barokah, rombongan disambut langsung oleh Ketua Ponpes, KH Sunarto. Dalam sambutannya, KH Sunarto menekankan pentingnya menjalin hubungan erat antara umaro (pemerintah) dan ulama.
“Silaturahmi termasuk dalam MAPAN. Tanpa silaturahmi, hidup akan hambar. Kita harus terus merajut hubungan ulama dan umaro. Beruntung, Mbak Wali didampingi wakil yang seorang ulama,” ujar KH Sunarto.
KH Sunarto juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kediri terhadap ponpesnya. Program dan kehadiran langsung wali kota di berbagai kegiatan memberikan motivasi besar. Ponpes Wali Barokah pun tidak hanya unggul di bidang kesehatan melalui posyandu, tetapi juga meraih prestasi sebagai pesantren sehat tingkat Jawa Timur dan juara pertama program eco pesantren.
“Kehadiran wali kota di setiap kegiatan menjadi motivasi tak ternilai bagi kami, keluarga besar Wali Barokah, dan LDII,” tambahnya.
Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam pembangunan. Sinergi dengan pesantren dan LDII sangat dibutuhkan, terutama untuk membentuk generasi cerdas dan berakhlak.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Kami berterima kasih atas dukungan pondok pesantren. Harapan kami, kolaborasi ini terus diperkuat demi mensejahterakan masyarakat Kota Kediri,” ungkap Wali Kota Vinanda.
Sekretaris LDII Kota Kediri sekaligus Humas Ponpes Wali Barokah, Asyhari Eko Prayitno, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, silaturahim ini menjadi momentum memperkuat sinergi.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, begitu juga pesantren. Kami dari LDII siap mendukung program pemerintah, terutama dalam pembinaan generasi muda dan menjaga kerukunan masyarakat. Dengan sinergi kuat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, Kota Kediri akan semakin maju, harmonis, dan berdaya saing,” tandas Asyhari. (Juli)
