Blitar – Sinar mentari pagi menyapa semangat juang yang membara dari halaman bersejarah Istana Gebang, Kamis (27/8/2026). Puluhan pasang mata mungil tampak berbinar-binar, riuh dengan tawa dan nyanyian, saat mereka bersiap mengikuti pawai spektakuler yang digelar oleh PD IGRA Kota Blitar.
Mengusung tema besar “Aku Anak Indonesia Hebat”, kegiatan ini bukan sekadar jalan santai biasa. Pawai kali ini menjelma menjadi karnaval budaya yang memukau. Anak-anak dari RA Kardina Massa tampil sebagai pusat perhatian, tidak hanya dengan seragam merah-putih, namun juga dengan kostum adat Nusantara yang penuh warna dan aksesori unik hasil karya mereka sendiri. Seorang guru pendamping tampak tersenyum lebar, tak kuasa menahan haru melihat keceriaan murid-muridnya.
Di sepanjang rute dari Istana Gebang menuju garis finis di Alun-alun Kota Blitar, suasana berubah menjadi panggung kemeriahan. Lagu “Hari Merdeka” dan “Indonesia Raya” menggema deras, berpadu dengan yel-yel lucu khas anak PAUD yang menggemaskan. Warga sekitar pun memadati trotoar—bukan hanya menonton, tetapi ikut meramaikan dengan sorak sorai dan tepuk tangan meriah. Tak sedikit yang mengacungkan ponsel untuk mengabadikan momen emas ini.
Yang membuat RA Kardina Massa benar-benar mencuri perhatian adalah atraksi sederhana namun sarat makna. Beberapa anak dengan lincah menari mengikuti irama, sementara yang lain membentangkan poster-poster mungil bertuliskan “Aku Anak Hebat” dengan penuh percaya diri. Pawai ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT RI ke-81, tetapi secara aktif menanamkan jiwa keberanian, kemandirian, dan kerja sama sejak usia dini.
Kepala RA Kardina Massa, Miati Alfin S.Pd., menyampaikan rasa bangganya melihat antusiasme luar biasa dari para peserta didik. Menurutnya, momen ini adalah investasi emosional yang tak ternilai bagi tumbuh kembang anak.
“Hari ini saya melihat bukan sekadar anak-anak berjalan, tetapi calon-calon pemimpin yang mulai menemukan keberanian mereka. Ketika mereka melambaikan tangan dan meneriakkan yel-yel dengan percaya diri, di situlah saya yakin bahwa pendidikan karakter yang kita tanamkan selama ini berbuah manis. Kebahagiaan mereka adalah bukti bahwa cinta tanah air tidak perlu diajarkan dengan kata-kata, cukup dengan memberikan ruang untuk berekspresi dan merasa bangga menjadi diri mereka sendiri, anak-anak Indonesia yang hebat,” ujarnya.