Blitar – Polsek Panggungrejo Polres Blitar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pencegahan perundungan (bullying) di Gedung Pertemuan Bhayangkari, Rabu (26/8). Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai dan menghadirkan puluhan pemangku kepentingan pendidikan.
Kapolsek Panggungrejo AKP Supryadi S.H., Camat, Danramil, Ketua Korwil, serta para Kepala Sekolah SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kecamatan Panggungrejo hadir dalam forum ini. Guru Bimbingan Konseling (BK), perwakilan PGRI, dan Forum KS3 turut memeriahkan diskusi yang berjalan kondusif.
Kapolsek AKP Supryadi menekankan pentingnya kolaborasi antarinstitusi dalam menekan angka perundungan. “Kami ajak seluruh elemen memperkuat sinergi dan silaturahmi. Tujuannya satu: cegah tindakan perundungan di setiap sekolah wilayah Panggungrejo,” tegasnya.
Korwil Kecamatan Panggungrejo, Endah Sri Winarti, S.Pd., M.Pd., mengingatkan para pendidik agar terus memberikan pemahaman kepada siswa. “Guru dan BK wajib tingkatkan kewaspadaan. Tempat rawan seperti kantin, kamar mandi, hingga sudut sekolah butuh pengawasan ekstra. Pemasangan CCTV di titik strategis bisa menjadi solusi efektif,” ujarnya.
Kapolsek menyoroti tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama:
- Larangan HP di Kelas – Guru harus tegas melarang siswa menggunakan ponsel saat KBM. Langkah ini mencegah penyalahgunaan seperti merekam dan menyebarkan video di dalam kelas melalui grup WhatsApp.
- Peran Aktif Orang Tua – Sekolah meminta orang tua/wali murid ikut mengawasi anak di rumah. Cara efektifnya, orang tua rutin mengecek isi ponsel anak sebagai bentuk kontrol sosial.
- Pengawasan Lingkungan Sekolah – Sekolah perlu memetakan area rawan dan meningkatkan patroli internal, terutama saat jam istirahat.
Forum berjalan interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Beberapa kepala sekolah menyampaikan aspirasi dan kendala di lapangan, di antaranya KS SMPN 2 Panggungrejo, KS SMPN 1 Panggungrejo, KS SATAP Panggungrejo, KS SATAP Balerejo, serta Ketua PGRI Kecamatan Panggungrejo yang mewakili para Kepala Sekolah SD. Semua peserta menyambut positif inisiatif sosialisasi ini.