bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi membuka Nuconomic Festival 2026 di Kampung Coklat, 5-7 Februari. Festival tiga hari ini menjadi puncak pameran dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka menyambut satu abad (Harlah ke-100) NU.
Bupati Blitar, Rijanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa NU konsisten hadir bukan hanya sebagai penjaga moral, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata. Jaringan pesantren, majelis taklim, dan komunitas nahdliyin telah menjadi inkubator alami bagi tumbuhnya ribuan UMKM di berbagai sektor.
“Banyak UMKM lahir dari lingkungan NU, bergerak di sektor kuliner, kerajinan, pertanian, hingga jasa. Ini bukti NU tidak hanya membangun spiritualitas, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi,” tegas Rijanto, Jumat (5/2/2026).
Nuconomic Festival 2026 mengusung semangat tema Harlah Satu Abad NU: “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.” Festival ini menghadirkan beragam kegiatan
Menghadapi tantangan ekonomi global yang kompleks, Rijanto menekankan pentingnya kolaborasi. Sinergi antara pemerintah daerah, NU, dan pelaku UMKM menjadi pondasi kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan sosial, dan menciptakan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kolaborasi ini, kita optimistis mampu menghadapi tantangan zaman dan melangkah menuju peradaban yang lebih mulia,” pungkasnya.