Bangkalan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berencana merealisasikan normalisasi drainase di empat titik area hilir pada Oktober 2026. Upaya ini ditujukan untuk mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Legislatif. Ketua Komisi III DPRD Bangkalan, Reza Teguh Wibowo, akan mengupayakan anggaran sekitar Rp200 juta untuk sewa alat berat.

Anggaran tersebut telah dituangkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.

Kepala Dinas PUPR Bangkalan melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Diah Fitriana Suryani, mengatakan normalisasi drainase menjadi salah satu upaya mengatasi genangan air di kawasan hilir.

“Memang ada beberapa titik banjir di perkotaan, namun kami fokus terlebih dahulu yang memang perlu sentuhan untuk segera diatasi seperti Perumahan Royal Garden yang memang langsung mengarah ke laut,” ujar Didin, sapaan akrabnya, Jumat (11/09/26).

Menurut dia, normalisasi drainase akan dilakukan di empat titik, yakni Perumahan Royal Garden, belakang Hikari, belakang Masjid Pangeranan, dan Bandaran.

“Insyaallah akan ada dukungan dari Komisi III DPRD Bangkalan. Pak ketua akan mendukung normalisasi ini dengan PAK yang mulai berlangsung dalam bulan Oktober,” ucapnya.

Berdasarkan cetak biru hasil analisis PUPR, anggaran tersebut akan dikonversikan untuk sejumlah zona pembenahan infrastruktur.

Selain pemasangan U-Gutter, PUPR akan mengerahkan alat berat jenis ekskavator PC 45 untuk menormalisasi Sungai/Kali Bangkalan di Kelurahan Pangeranan. Alat berat tersebut juga akan digunakan untuk mengganti box culvert yang tersumbat di perempatan Kemayoran.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bangkalan, Reza Teguh Wibowo, menyatakan komitmennya untuk mendorong perubahan yang lebih baik di Bangkalan melalui pembangunan dan pembenahan infrastruktur.

“Upaya ini kami lakukan untuk kenyamanan masyarakat Bangkalan saat musim hujan agar terbebas dari genangan air hingga banjir di wilayah hilir,” pungkasnya.