Nganjuk – Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono Nganjuk Jawa Timur gelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim-Dhuafa pada Selasa (24/2). Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi hadiri acara tersebut secara langsung.
Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Habib Ubaidillah Al Hasany menjelaskan, acara ini wujudkan perintah Allah dan Rasul untuk menyantuni fakir miskin, dhuafa, dan janda. Kegiatan juga laksanakan amanah pendiri ponpes KH Nurhasan Al Ubaidah.
“KH Nurhasan sejak mendirikan ponpes selalu rutin adakan santunan sebagai bentuk cinta sesama. Tradisi ini diteruskan pengasuh berikutnya KH RM Iskandar Nashrulloh,” ujar Habib Ubaidillah. Ia lanjutkan tradisi tersebut sebagai ibadah dan amanah yang harus diemban.
Pada kesempatan ini, panitia bagikan secara simbolis 300 paket sembako dan 50 bingkisan anak yatim. Ponpes akan berikan santunan secara bertahap kepada warga sekitar. “Kami akan tingkatkan jumlah santunan di tahun mendatang dan pindahkan lokasi ke gedung olahraga Persinas ASAD serta perguruan lain, karena kapasitasnya lebih besar,” jelasnya.
Habib Ubaidillah apresiasi kerja sama dengan Forkompimda, Kantor Kementerian Agama Nganjuk, dan MUI yang selalu berikan materi bagi santri. “Materi tersebut jaga santri tetap tegak lurus dengan Pancasila dan NKRI, tanpa terpengaruh ideologi yang tidak sesuai,” tegasnya.
Bupati Marhaen Djumadi menegaskan, kolaborasi dengan Ponpes Al Ubaidah sangat krusial untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat. Ponpes menjadi bagian penting Kabupaten Nganjuk dalam pembentukan karakter warga. Ia menegaskan, pembangunan Nganjuk berorientasi pada rakyat kecil.
“Kesehatan merupakan bagian utama dari kesejahteraan. Kami alokasikan anggaran Rp115 miliar per tahun untuk biaya BPJS Kesehatan masyarakat tidak mampu,” paparnya.
Menurut Marhaen, fokus pada kesehatan berdampak positif bagi masyarakat. Saat menjabat sebagai pelaksana tugas bupati tahun 2017, angka harapan hidup warga Nganjuk masih di angka 60-an tahun. “BPS mencatat, rata-rata harapan hidup warga Nganjuk pada tahun 2025 mencapai 75 tahun,” ujarnya.
Ia juga ingatkan pentingnya peran investor untuk pembangunan daerah. Pemerintah daerah buka peluang seluas-luasnya bagi investor dengan syarat melibatkan warga lokal mulai dari pembangunan pabrik hingga sebagai tenaga kerja. “Dengan demikian, angka pengangguran generasi muda turun dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah siapkan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) untuk pengembangan industri dan pariwisata. Marhaen juga tegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan seluruh ponpes di daerah guna membangun Nganjuk yang lebih baik.
Acara dihadiri perwakilan Kodim, Polres Nganjuk, kepala dinas, organisasi massa Islam, tokoh agama, Dewan Penasehat Pusat DPP LDII, ulama, serta Ketua DPW LDII Amrodji Konawi beserta jajarannya. (Juli)