Blitar, Jatim.diksiber.id — MTsN 2 Kota Blitar terus menggelar program rutin keagamaan kelas tahfidz, tasmi, dan murojaah bersama. Kegiatan ini menjadi fondasi pembentukan generasi Qur’ani di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 2 Kota Blitar, Aniqotuz Zuhroh, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa ketiga program tersebut bukan sekadar kegiatan tambahan. Ia menyebut konsistensi sebagai kunci utama.
“Ziyadah, tasmi, dan murojaah harus berjalan seimbang. Menghafal butuh kedisiplinan, tasmi melatih keberanian, dan murojaah menjaga hafalan tetap kuat,” ujar Aniqotuz Zuhroh di Kota Blitar, Jumat (30/10/2026).
Ia menambahkan, madrasah fokus pada pembiasaan harian, bukan sekadar target hafalan. “Kami ingin siswa mencintai Al-Qur’an, bukan hanya mengejar jumlah juz. Karakter Qur’ani lahir dari proses yang rutin dan menyenangkan,” tegasnya.
Program tahfidz di MTsN 2 Kota Blitar berjalan dengan metode bin nadzar dan talaqqi. Siswa menyetorkan hafalan tiga kali sepekan, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu, pukul 07.00–08.30 WIB. Tasmi menjadi ajang unjuk hafalan di hadapan guru dan teman, sementara murojaah bersama memperkuat hafalan lama.
Aniqotuz Zuhroh berharap program ini melahirkan lulusan yang tidak hanya hafal, tetapi juga mengamalkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Ukuran keberhasilan bukan pada banyaknya juz, melainkan pada akhlak yang tumbuh dari interaksi dengan Al-Qur’an,” pungkasnya.