Blitar – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Kesehatan tidak tinggal diam. Serentak dengan 35 kabupaten/kota di Jawa Timur, Kota Blitar menggelar CUC Campak pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini merespons temuan KLB di Jember, Pamekasan, dan Tulungagung.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan cakupan 95% dari total 687 anak. Sasaran utama CUC ini adalah anak usia 9 bulan hingga 59 bulan.
“Kami fokus pada anak yang belum lengkap imunisasi campaknya, baik yang baru mendapat satu dosis maupun yang belum sama sekali,” ujar Silvia.
CUC Campak ini menjadi bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI. Dinkes Kota Blitar berupaya mengejar ketertinggalan imunisasi pasca-pandemi dan mencegah meluasnya wabah.
Pemerintah Kota Blitar berharap kegiatan ini memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak Indonesia dari penyakit campak dan rubella. Perlindungan itu terutama penting bagi anak yang terlewat atau belum melengkapi dosis imunisasinya.
Dinkes Kota Blitar mengimbau para orang tua untuk segera membawa anak ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat. Petugas kesehatan juga akan melakukan pendataan ke untuk mencapai target 95%.
“Tidak ada alasan untuk menunda. Satu suntikan imunisasi bisa menyelamatkan anak dari risiko cacat seumur hidup akibat campak dan rubella,” ungkap Silvia.
