Blitar – Suasana Hari Raya Idul Fitri di wilayah Blitar masih terasa hangat meskipun telah lebih dari sepekan berlalu. Tradisi silaturahmi yang menjadi bagian kuat dari budaya masyarakat setempat terus berlangsung, dengan warga saling berkunjung ke rumah kerabat, tetangga, hingga sahabat dekat.

Fenomena ini terlihat di berbagai daerah, baik di perkotaan maupun pedesaan. Masyarakat tampak masih menerima tamu dan menyajikan aneka hidangan khas Lebaran seperti kue kering, camilan, hingga minuman ringan sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu.

Seperti yang terlihat dalam suasana rumah warga di Kecamatan Sukorejo, toples-toples berisi kue Lebaran masih tertata rapi di ruang tamu, siap disuguhkan kepada siapa saja yang datang bersilaturahmi. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kekeluargaan masih sangat dijaga.

“Biasanya memang sampai dua minggu setelah Lebaran masih banyak yang datang ke rumah. Ada yang baru sempat berkunjung karena kesibukan kerja atau tinggal di luar kota,” ujar Isman salah satu warga Tanjungsari.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Bahkan, bagi sebagian masyarakat, momen ini dimanfaatkan untuk memperkuat kembali tali persaudaraan yang jarang terjalin di hari-hari biasa.

Selain itu, budaya “halalbihalal” juga masih sering dilakukan di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga besar, RT/RW, hingga instansi pemerintahan dan sekolah. Kegiatan tersebut semakin memperpanjang nuansa Lebaran di tengah masyarakat.

Dengan masih ramainya aktivitas silaturahmi ini, menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di Blitar tetap terjaga dengan baik. Idul Fitri bukan sekadar perayaan satu hari, melainkan momentum panjang untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan