Blitar – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Blitar untuk periode kepengurusan 2025–2030 secara resmi memulai tugas mereka setelah dilantik di Graha NU Kabupaten Blitar, Minggu (13/12) Pelantikan ini menandai dimulainya komitmen baru organisasi perempuan NU tersebut dalam pengabdian kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, yang hadir memberikan sambutan, menyampaikan harapan dan apresiasi yang mendalam. Ia meminta agar para pengurus baru diberikan kekuatan dan kelapangan hati dalam mengemban amanah. Khusna secara khusus menekankan peran strategis Fatayat NU sebagai mitra pemerintah daerah selama ini.
“Fatayat NU menunjukkan kontribusi nyata dalam berbagai lini, mulai dari penguatan peran perempuan, pembinaan keluarga dan generasi muda, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, pembinaan keagamaan, hingga upaya menjaga kerukunan,” tegas Khusna.
Ia kemudian mengajak Fatayat NU untuk tidak berhenti berinovasi. Khusna mendorong agar kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar ditingkatkan, terutama dalam merespons dan menyelesaikan berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat. “Sinergi kita harus melahirkan lebih banyak program yang berdampak langsung. Fatayat NU memiliki jaringan yang kuat dan kepedulian sosial yang tinggi, aset berharga untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat,” tambahnya.
Acara pelantikan juga menjadi momentum deklarasi kepemimpinan baru. Ufik Rohmatul Fitria resmi mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Blitar. Posisinya ini ia raih melalui proses pemilihan secara aklamasi dalam Konferensi Cabang XIX yang digelar pada Agustus 2025 lalu.
Ke depan, organisasi ini akan bergerak di bawah komando Ufik dengan sejumlah agenda prioritas. Fokus utama tertuju pada penguatan konsolidasi organisasi di semua tingkatan, dari ranting, anak cabang, hingga cabang. Selain itu, Fatayat NU Blitar berkomitmen memperluas program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Beberapa bidang yang menjadi fokus pengabdian meliputi pemberdayaan perempuan secara menyeluruh, perlindungan anak, penguatan ketahanan keluarga, peningkatan literasi digital, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM yang dikelola perempuan, serta pendampingan berkelanjutan bagi kelompok-kelompok rentan di masyarakat.
