Blitar – DPD ORMAS BIDIK JATIM terus mengawal setiap lini pemerintahan. Tujuannya jelas: mendorong kinerja aparat agar lebih responsif terhadap kondisi di lapangan.
Pada Rabu (8/4/2026), DPD ORMAS BIDIK JAWA TIMUR menerima undangan dari DPRD Kabupaten Blitar. Undangan itu untuk menggelar hearing membahas Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Surat permohonan hearing sebenarnya sudah diajukan sejak 19 Januari 2026. Bahkan, ORMAS BIDIK beberapa kali memonitor langsung ke Kantor DPRD Kabupaten Blitar agar agenda ini segera terealisasi.
Hearing ini penting karena berkaitan dengan PERBUB No 60 Tahun 2025. Peraturan yang ditetapkan pada 13 Mei 2025 itu mengatur tentang pajak tambang sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blitar, khususnya untuk aktivitas pertambangan di wilayah setempat.
Saat ini, Pajak MBLB Kabupaten Blitar dihitung berdasarkan tonase. Rinciannya: pick up 2 ton, truk engkel 4 ton, truk roda enam 6 ton, dengan tarif Rp6.000 per ton untuk pasir dan seterusnya.
Dalam hearing tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar sebenarnya sudah menerima undangan yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD, Bapak Supriadi. Namun, kekecewaan justru meledak dari Ketua DPD ORMAS BIDIK.
Mengapa? Karena jadwal yang ditentukan Ketua Dewan pukul 09.00 WIB tidak diindahkan oleh OPD terkait. Para perwakilan OPD tak kunjung hadir hingga pukul 10.00 WIB.
Akhirnya, Wakil Ketua Rifai selaku pimpinan rapat, Ketua Komisi 2 (Wito) yang berada di ruang rapat Komisi 3, dan Ketua DPD Ormas Bidik Jatim (Sultan Abimanyu) sepakat menunda hearing.
Sultan Abimanyu meluapkan kekesalannya.
“Dengan alasan apa pun, ketidakhadiran ini tidak etis. Yang mengundang adalah Dewan, wakil rakyat. Masa tidak ada satu pun perwakilan OPD? Ini sangat tidak menghormati pengundang dan terkesan menyepelekan,” cetusnya dengan nada geram.
Menurutnya, sikap OPD Pemkab Blitar seperti memandang remeh materi yang akan dibahas. Padahal, Perbub No 60 Tahun 2025 tentang Pajak MBLB sangat krusial. Sultan menduga, ketidakhadiran itu bisa jadi kesengajaan untuk mengulur waktu demi menata sistem di belakang layar.
