Blitar – Pernikahan tinggal menghitung hari, undangan sudah tersebar, tapi tiba-tiba batal. Itulah yang dialami pasangan LD (30) dan R (33). Bukannya sibuk seserahan, mereka malah sibuk adu argumen. Ujung-ujungnya, bukan pelaminan yang didatangi, melainkan meja hijau. Tapi tunggu dulu, ini bukan sidang, melainkan mediasi ala Satreskrim Polres Blitar Kota.

Kisah asmara yang sempat memanas ini bermula dari laporan LD, seorang wanita asal Blitar, melalui layanan darurat 110. Pasalnya, R pria asal Tulungagung yang merantau ke Subang, Jawa Barat membatalkan pernikahan yang direncanakan pada 9 Maret. Alasannya? Menurut versi R, sang calon istri dinilai terlalu “sering marah-marah” dan “emosian”.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, membenarkan bahwa laporan tersebut langsung ditangani dengan pendekatan berbeda. Bukan dengan nada interogasi, melainkan ruangan mediasi yang hangat.

“Iya, terkait kejadian tersebut yang dilaporkan lewat 110, kegiatan kejadian tersebut sudah ditangani oleh Satreskrim dan sudah dilaksanakan mediasi antara pelapor dan yang dilaporkan,” ungkap Samsul, Rabu (26/2/2026).

Mereka duduk berhadapan, didampingi penyidik yang bertindak bak “mak comblang” versi kepolisian. Alhasil, suasana yang semula tegang perlahan mencair. Keduanya sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum.

“Untuk rencana pembatalan nikahnya, versi laki-lakinya, yang perempuan itu suka marah-marah, suka emosian, akhirnya yang laki-laki memutuskan tidak jadi menikah. Namun setelah kami panggil dan mediasi, akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk kasus tersebut tidak dilanjutkan alias selesai secara kekeluargaan,” jelas AKP Samsul.

Polres Blitar Kota pun mengapresiasi keputusan dewasa kedua insan yang nyaris menjadi musuh ini. Mereka berhasil mengubur rasa kesal dan memilih jalan damai.

“Kami selalu mengimbau masyarakat agar mengedepankan dialog dalam setiap konflik, terutama yang melibatkan hubungan personal. Alhamdulillah, mereka sadar. Konflik seperti ini sebaiknya memang diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan emosi” pesan Samsul.