Bangkalan – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gegger, Kabupaten Bangkalan, menuai sorotan. Sejumlah penerima manfaat mengeluhkan tidak adanya pendistribusian selama enam hari berturut-turut, terhitung sejak 23 hingga 28 Februari 2026.
Salah satu penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sebelumnya pendistribusian MBG di bawah naungan SPPG Kompol berjalan lancar tanpa kendala. Namun, secara tiba-tiba distribusi terhenti tanpa penjelasan yang jelas.
“Selama enam hari tidak ada pembagian. Biasanya rutin dan tidak pernah ada masalah,” ujarnya, Selasa (03/03/26).
Mandeknya pendistribusian ini pun memicu tanda tanya besar di kalangan wali murid. Bahkan, persoalan tersebut sempat menjadi perbincangan serius di salah satu grup WhatsApp orang tua siswa.
“Waktu itu ada wali murid dari sekolah lain yang bertanya di grup WA kepada admin. Jawabannya hanya menunggu informasi selanjutnya,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari salah seorang penerima manfaat, Dapur SPPG Kompol melayani sejumlah sekolah dasar, di antaranya SD Kompol 1, SD Kompol 2, SD Kompol 3, SD Campor 3, SD Tegarpriyah 1, SD Tegarpriyah 2, dan SD Tegarpriyah 3.
Para penerima manfaat berharap ada penjelasan transparan terkait terhentinya distribusi tersebut. Mereka menilai, program MBG yang disebut-sebut memiliki anggaran hingga puluhan juta rupiah per hari, seharusnya dapat berjalan konsisten dan tepat sasaran.
“Kami hanya ingin tahu alasannya kenapa enam hari tidak ada pendistribusian. Saya sudah tanya ke bagian antar, tapi mereka juga tidak tahu karena hanya bertugas mendistribusikan,” ungkapnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kepala SPPG Kompol, Abdul Holik, memberikan keterangan singkat. Ia menyebut pihaknya masih melakukan pengecekan internal.
“Sebentar dulu ya pak, masih saya cek dulu,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait penyebab terhentinya pendistribusian MBG tersebut.
